Apa itu Stiff-Person Syndrome yang Diidap Celine Dion, Berikut Penjelasannya Mulai dari Gejala hingga Penyebabnya

oleh

SURABAYAINSIDE.com – Pada hari Kamis (8/12/2022) waktu setempat, Penyanyi Celine Dion mengumumkan kondisi neurologis atau penyakit saraf langka yang disebut dengan stiff-person syndrome, seperti dilansir dari NBC News.


Hal ini membuatnya perlu menunda tur Eropa yang dijadwalkan akan dilakukan tahun depan.

Stiff Person Syndrome (SPS) adalah kondisi yang jarang terjadi yang menyebabkan otot-otot tubuh menjadi keras dan kaku. SPS dapat menyebabkan seseorang mengalami kekakuan otot yang berlebihan sehingga berdampak pada kesulitan bergerak. Kondisi ini juga dapat menyebabkan rasa sakit yang parah.

Penyebab dan Gejala Stiff Person Syndrome

Penyebab Stiff Person Syndrome masih belum diketahui dengan pasti, namun diyakini bahwa faktor genetik, infeksi, dan gangguan autoimun dapat berperan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa SPS mungkin disebabkan oleh adanya gangguan di sistem saraf yang disebut “cerebellar ataxia”.

Sementara, menurut Cleveland Clinic, ada beberapa kondisi kesehatan tertentu yang akan meningkatkan risiko seseorang terkena stiff-person syndrome, seperti:

  • Penyakit autoimun, termasuk diabetes, gangguan tiroid, vitiligo, dan anemia pernisiosa.
  • Beberapa jenis kanker, seperti kanker payudara, paru-paru, ginjal, tiroid, usus besar, dan limfoma Hodgkin.

Gejala Stiff Person Syndrome bervariasi antara individu, namun secara umum meliputi kekakuan otot yang berlebihan, terutama di area tubuh yang terpengaruh oleh otot yang terkena, seperti tulang belakang, pinggang, dan tulang bahu. Gejala lain yang mungkin muncul termasuk rasa sakit yang berlebihan, kram otot, kejang, dan gangguan pada koordinasi motorik.

Dilansir dari Medical News Today, ada beberapa gejala stiff-person syndrome yang akan muncul, seperti:

  • Rasa kaku pada otot batang tubuh.
  • Sulit untuk memutar dan membungkukkan tubuh.
  • Rasa kaku pada bagian atas dan bawah lengan.
  • Tubuh menjadi bungkuk dengan tidak wajar.
  • Cara berjalan menjadi kaku dan terasa sulit.
  • Otot tegang yang memicu rasa sakit.
  • Sering terjatuh.
  • Mudah kaget jika terdapat suara yang terlalu keras atau ketika muncul stimulus tertentu.

Obat dan Penyembuhan Stiff Person Syndrome

Meskipun belum ada obat untuk menyembuhkan Stiff Person Syndrome, ada beberapa cara untuk mengurangi gejala SPS. Beberapa obat-obatan dapat digunakan untuk meredakan gejala, seperti antikonvulsan dan obat-obatan yang mengandung baklofen.

Terapi fisik juga dapat membantu mengurangi kekakuan otot. Terapi fisik dapat meliputi latihan pernapasan, latihan fleksibilitas, dan relaksasi otot. Psikoterapi juga dapat bermanfaat untuk membantu penderita mengelola gejala psikologis yang terkait dengan SPS.

“Saya bekerja dengan keras bersama dengan terapis kesehatan olahraga untuk mengembalikan kekuatan dan kemampuan saya untuk tampil setiap hari”, ujar Dion di dalam video yang diunggahnya di media sosial.