Kronologi dan Motif Dhio Daffa Habisi Keluarganya di Magelang – Beli Racun Online, Percobaan Pertama Sempat Gagal

oleh

Kronologi dan Motif Dhio Daffa Habisi Keluarganya di Magelang – Beli Racun Online, Percobaan Pertama Sempat Gagal


Ironis sekali seorang anak di Magelang tega meracuni anggota keluarganya karena iri dengan sang kakak kareana tak diberi uang oleh ayahnya.

Kejadian ini bermula saat polisi menemukan 3 orang anggota keluarga di Magelang meninggal dunia akibat diracun.

Polisi pun akhirnya menemukan tersangka utama yang tidak lain dan tidak bukan adalah anak kedua korban yang berinisial DDS (17).

Ketiga Korban merupakan Ayah berisial A (58), Ibu HR (54) dan Kakak perempuan berinisial DC (24). Para korban ini sudah ditemukan meninggal dunia setelah diracun oleh DDS yang merupakan anak kedua dari keluarga ini.

Tak Tik Licik DDS sudah membuat skenario ia pun berekting dan seolah tidak mengerti apa-apa tentang meninggalnya keluarganya ini.

Ia bahkan berpura-pura saat mengabarkan kepada ART dan memberitahukan bahwa keluarganya keracunan dan mual-mual lalu pingsan di dalam kamar mandi.

Polisi pun curiga dengan keterangan DDS yang berbelit-belit hingga akhirnya Polisi pun menetapkan DDS Sebagai tersangka dalam kasus keracunan.

Setelah diselidiki DDS pun mengaku bahwa ia membunuh keluarganya lantaran iri karena kedua orang tuanya lebih memperhatikan kakaknya yang akan segera menikah.

Plt Kapolresta Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun mengatakan, dari hasil penyidikan sementara tersangka Dhio Daffa mengaku sakit hati. Dhio Daffa kesal karena diminta menanggung beban keluarganya. Ia juga diminta membayar utang ayahnya.

“Sakit hati karena (DD) diberikan beban untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sehingga untuk biaya pengobatan orang tuanya. Bapak orang tua daripada terduga pelaku itu dua bulan lalu baru saja pensiun dan kebutuhan untuk rumah tangga cukup tinggi karena orang tua daripada terduga pelaku kebetulan memiliki penyakit sehingga untuk biaya pengobatan,” ujar Sajarod kepada awak media di lokasi, Selasa (29/11).

Plt Kapolresta Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun mengatakan, sebelum membunuh orang tuanya pada Senin 28 November 2022 kemarin, tersangka pernah melakukan aksi yang sama minggu lalu. Saat itu ia mencampur racun ke dalam dawet.

“Dua kali percobaan yang terakhir kemarin berhasil sehingga menimbulkan korban meninggal dunia, sebagaimana dilansir dilaman Kumparan.

Yang pertama itu sempat memberikan dawet untuk beberapa orang tidak hanya keluarganya namun ada orang lain, teman-temannya juga.

Namun, tidak sampai mengakibatkan kematian,” ujar Sajarod kepada wartawan, Selasa (29/11).

Ia menjelaskan, pada percobaan pertama, ketiga korban hanya mengalami mual dan muntah.

“Mengakibatkan mual-mual saja dan tidak sampai menimbulkan kematian,” ujar Sajarod.

Pada percobaan kedua, pelaku menambah dosis racun yang digunakan.

“Yang bersangkutan mengakui menggunakannya, dicampur dalam minuman teh dan kopi yang setiap pagi disajikan oleh ibunya,” ujar Sajarod

Polisi juga menemukan bukti ada dua pembelian racun jenis arsenik yang dilakukan pelaku di toko online. Namun, polisi belum menyebut berapa banyak racun yang dibeli pelaku.

Sementara DDS selalu diacuhkan saat meminta uang kepada ayahnya. DDS yang sudah kesetanan pun langsung membeli racun lewat aplikasi Online.

Pagi harinya DDS Langsung mencampurkan racun tersebut ke dalam minuman es kopi dan teh yang ada di meja makan. Keluarganya pun langsung muntah dan kemudian meninggal dunia. ***