Profil Tampang Feby Belinda Istri Ahmad Sahroni yang Dikabarkan Kabur ke Singapura Naik Jet Pribadi, Lengkap dari Umur, Agama dan Akun IG

Ahmad saroni-Instagram-
Profil Tampang Feby Belinda Istri Ahmad Sahroni yang Dikabarkan Kabur ke Singapura Naik Jet Pribadi, Lengkap dari Umur, Agama dan Akun IG
Istri Ahmad Sahroni Jadi Sorotan Usai Dikabarkan Kabur ke Singapura Naik Jet Pribadi: Siapa Sebenarnya Feby Belinda?
Belakangan ini, nama Feby Belinda, istri dari politikus Partai NasDem Ahmad Sahroni, menjadi perbincangan hangat di media sosial dan platform digital. Sorotan publik bermula dari beredarnya foto yang memperlihatkan seorang wanita diduga kuat sebagai Feby Belinda sedang menaiki sebuah jet pribadi. Aksi tersebut langsung memicu spekulasi luas, terutama karena kemunculannya terjadi di tengah gempuran kontroversi yang melanda sang suami.
Foto yang tersebar di platform seperti X (dulu Twitter), Instagram, dan grup-grup percakapan WhatsApp itu memperlihatkan seorang wanita elegan mengenakan masker dan pakaian santai namun mewah, tengah berjalan menuju pesawat jet pribadi. Tak butuh waktu lama, warganet langsung berspekulasi bahwa wanita tersebut adalah istri Ahmad Sahroni yang hendak berangkat ke Singapura.
“Istri si Sahroni naik private jet euy, mau jalan-jalan ke luar negeri sepertinya,” tulis akun @fans_mrprabs dalam unggahannya, yang kemudian viral dan dikomentari ribuan netizen. Unggahan ini pun memicu gelombang diskusi, mulai dari rasa penasaran hingga kritik pedas terhadap gaya hidup mewah pejabat di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang bagi sebagian besar rakyat Indonesia.
Ahmad Sahroni Sempat Terekam di Bandara
Sebelum foto sang istri ramai diperbincangkan, Ahmad Sahroni sendiri sempat terekam kamera publik saat berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Jumat, 29 Agustus 2025. Mantan pengusaha sukses yang kerap dijuluki Crazy Rich Tanjung Priok itu terlihat tenang, mengenakan kemeja batik dan topi, didampingi oleh sejumlah staf pribadi.
Kehadirannya di bandara tersebut memperkuat dugaan bahwa ia akan terbang ke Singapura, yang kemudian menimbulkan asumsi bahwa keluarganya juga akan menyusul. Spekulasi pun memuncak saat foto sang istri muncul tak lama setelahnya, membuat banyak warganet berspekulasi bahwa keluarga Sahroni "kabur" ke luar negeri di tengah tekanan politik dan sosial yang sedang melanda.
Kontroversi Pernyataan “Orang Tolol” Memanas
Konteks kepindahan keluarga ini menjadi semakin sensitif karena Ahmad Sahroni baru saja menjadi sorotan akibat pernyataannya yang dianggap provokatif. Dalam sebuah pernyataan publik beberapa waktu lalu, ia menyebut massa aksi demonstrasi bertajuk “Bubarkan DPR” sebagai “orang-orang tolol”.
“Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia,” ujarnya dengan nada tegas, yang kemudian direkam dan menyebar luas di media sosial.
Pernyataan tersebut langsung memicu kemarahan publik. Banyak aktivis, akademisi, hingga tokoh masyarakat mengecam ucapan Sahroni sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap aspirasi rakyat. Di tengah meningkatnya ketidakpuasan terhadap kinerja lembaga legislatif—terutama soal gaji, tunjangan, dan fasilitas mewah anggota DPR—ucapan tersebut dinilai justru memperkeruh suasana.
Bahkan, sejumlah petisi daring muncul menuntut Sahroni untuk meminta maaf secara terbuka. Namun, alih-alih meredam, situasi justru memanas, terutama setelah muncul kabar bahwa ia dan keluarganya dikabarkan pergi ke luar negeri tepat di saat gelombang kritik mencapai puncaknya.
Diturunkan dari Jabatan Wakil Ketua Komisi III
Di tengah badai kontroversi, Fraksi NasDem di DPR RI mengambil langkah tegas. Melalui surat resmi bernomor 758/DPR-RI/VIII/2025 yang dikeluarkan pada Jumat, 29 Agustus 2025, partai mencopot Ahmad Sahroni dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI.
Sahroni yang sebelumnya memegang peran penting dalam pengawasan bidang hukum, keamanan, dan hak asasi manusia, kini hanya menjabat sebagai anggota biasa di Komisi I, yang fokus pada pertahanan, luar negeri, dan intelijen. Posisinya digantikan oleh Rusdi Masse Mappasessu, politikus senior NasDem yang dikenal lebih kalem dan diplomatis.
Langkah ini dianggap sebagai bentuk damage control oleh partai untuk meredam gejolak internal maupun eksternal. Namun, banyak pengamat menilai bahwa sanksi tersebut terlalu ringan, mengingat besarnya dampak dari pernyataan Sahroni terhadap citra DPR dan kepercayaan publik.
Siapa Sebenarnya Feby Belinda?
Di tengah hiruk-pikuk politik, publik mulai penasaran: siapa sebenarnya Feby Belinda, istri dari Ahmad Sahroni? Siapa wanita yang rela ikut terbang ke luar negeri di tengah sorotan tajam ini?
Feby Belinda diketahui adalah sosok yang sangat menjaga privasi. Meski kerap mendampingi sang suami dalam acara-acara resmi, pernikahan, dan kegiatan sosial, kehadirannya di ruang publik terbilang sangat terbatas. Ia tidak aktif di media sosial pribadi, dan jarang memberikan wawancara langsung kepada media.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, Feby Belinda menikah dengan Ahmad Sahroni dalam sebuah pernikahan sederhana yang digelar secara tertutup pada awal 2000-an. Pasangan ini dikaruniai dua anak, seorang putra dan seorang putri, yang hingga kini tumbuh dalam lingkungan yang terjaga dari sorotan kamera.
Beberapa sumber menyebutkan bahwa Feby memiliki latar belakang pendidikan di bidang manajemen dan pernah bekerja di perusahaan keluarga sebelum memilih fokus menjadi ibu rumah tangga. Namun, tidak ada informasi resmi yang memastikan hal tersebut.
Kehidupan Keluarga yang Harmonis di Balik Sorotan
Meski jarang terekspos, potret kebersamaan keluarga Ahmad Sahroni sesekali muncul di akun media sosial resmi sang suami. Dalam beberapa unggahan, terlihat momen kecil seperti makan bersama, liburan keluarga, atau perayaan ulang tahun yang menunjukkan kedekatan emosional antar anggota keluarga.
Salah satu unggahan yang sempat viral adalah foto saat Sahroni membawa anak-anaknya mengunjungi kantor DPR. Dalam keterangan foto, ia menulis, “Mengajarkan anak-anak tentang pentingnya negara, demokrasi, dan tanggung jawab.” Unggahan ini sempat dipuji banyak netizen sebagai upaya edukasi politik sejak dini.
Namun, di balik harmoni itu, tekanan dari dunia politik jelas memberi pengaruh. Terlebih kini, ketika sang istri ikut terseret dalam pusaran kontroversi, meski tidak pernah secara langsung berkomentar atau terlibat dalam isu-isu publik.
Gaya Hidup Mewah vs. Kondisi Rakyat: Apa Kata Publik?
Kasus ini membuka diskusi lebih luas tentang gaya hidup pejabat publik di Indonesia. Banyak warganet menyoroti kontras antara kemewahan yang dinikmati oleh sebagian elite politik dengan kondisi rakyat kecil yang masih berjuang melawan inflasi, pengangguran, dan kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Sementara rakyat antri minyak goreng, pejabat naik jet pribadi ke Singapura. Ini ironi yang menyakitkan,” tulis salah satu netizen di kolom komentar.
Sementara itu, sebagian lain berpendapat bahwa sebagai mantan pengusaha, Sahroni berhak menikmati hasil kerja kerasnya. “Dia bukan koruptor, dia pengusaha yang kemudian jadi politikus. Uangnya dari bisnis, bukan dari uang rakyat,” ujar seorang pengguna media sosial membela.
Namun, tetap saja, dalam konteks kepemimpinan publik, setiap tindakan pejabat selalu dilihat melalui lensa moral dan etika sosial. Dan dalam hal ini, pilihan untuk pergi ke luar negeri di tengah kontroversi dinilai banyak pihak sebagai langkah yang tidak peka terhadap sentimen publik.