Siapa Istri dan Anak Mukhamad Misbakhun? Anggota DPR yang Ikut Maraton di Sydney Australia Saat Sedang Kunjungan Kerja, Bukan Orang Sembarangan?

Siapa Istri dan Anak Mukhamad Misbakhun? Anggota DPR yang Ikut Maraton di Sydney Australia Saat Sedang Kunjungan Kerja, Bukan Orang Sembarangan?

Misbakhun-Instagram-

Siapa Istri dan Anak Mukhamad Misbakhun? Anggota DPR yang Ikut Maraton di Sydney Australia Saat Sedang Kunjungan Kerja, Bukan Orang Sembarangan?
Ketika Rakyat Berdemo, Misbakhun Anggota DPR Justru Maraton di Sydney: Kebijakan Publik vs Prioritas yang Tumpul
Di tengah gelombang kemarahan publik terhadap kinerja dan etika sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), muncul sebuah fakta yang memicu kontroversi luas di media sosial. Saat rakyat turun ke jalan menuntut transparansi, akuntabilitas, dan reformasi politik, sebagian wakil rakyat justru tertangkap basah tengah menikmati agenda internasional—termasuk mengikuti Sydney Marathon di Australia.

Peristiwa ini terjadi pada 28 Agustus 2025, tepat di saat puluhan ribu warga dari berbagai elemen masyarakat menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Gedung DPR/MPR di Senayan, Jakarta. Mereka menuntut pertanggungjawaban atas berbagai isu krusial, mulai dari rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), wacana kenaikan tarif listrik, hingga dugaan korupsi dan mark-up anggaran dalam proyek-proyek strategis nasional.



Namun, ironi muncul ketika masyarakat menyadari bahwa sejumlah anggota dewan yang seharusnya menjadi penyalur aspirasi justru tidak berada di tempat. Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Mukhamad Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI yang membidangi keuangan, perbankan, dan fiskal.

Alih-alih menemui massa atau menyampaikan respons kebijakan, Misbakhun justru diketahui sedang berada di Sydney, Australia, mengikuti Sydney Marathon 2025 sebagai peserta dengan nomor dada 12132.

Viral di Media Sosial: “Maraton di Sydney, Bukan Maraton untuk Rakyat”
Fakta ini terungkap melalui unggahan akun Twitter @ardisatriawan pada 30 Agustus 2025. Dalam cuitannya, Ardi membagikan tangkapan layar dari situs resmi Sydney Marathon, yang menampilkan nama Misbakhun sebagai peserta resmi. Ia juga menyertakan foto dari akun media sosial pribadi Misbakhun yang menunjukkan momen keikutsertaannya dalam lomba lari tersebut.



"Ketua Komisi XI nya nih, peserta Sydney Marathon No 12132," tulis Ardi disertai emoji tertawa.

Unggahan tersebut cepat menyebar seperti api dalam hutan kering. Hingga kini, cuitan tersebut telah dilihat lebih dari 128.100 kali, mendapat ribuan retweet, dan memicu ratusan komentar dari netizen yang geram.

Banyak warganet menilai bahwa kehadiran Misbakhun di Sydney Marathon bukan sekadar liburan pribadi, melainkan bagian dari agenda kunjungan kerja yang dibiayai oleh negara. Ini memperkuat kecurigaan publik terhadap maraknya praktik kunjungan kerja yang sering kali dianggap sebagai bentuk penyelundupan dana publik untuk kepentingan pribadi.

Kritik Pedas dari Warganet: “Rakyat Demo, Mereka Lari ke Luar Negeri”
Reaksi publik pun meledak di linimasa. Banyak yang merasa dikhianati oleh wakil rakyat yang seharusnya hadir di tengah-tengah massa, bukan lari di lintasan maraton antarbenua.

Akun @bukancangijo menulis:

"Marathon dibayarin negara, malah masih dapat tunjangan kerja karena judulnya 'kunjungan kerja'. Ini namanya double benefit: lari sehat, gaji tetap jalan."

Sementara @wandadesign755 menyindir dengan nada satir:

"Padahal gak usah lari jauh-jauh ke Sydney. Kalau muncul di depan publik, depan Gedung DPR aja, pasti langsung lari maraton—dikejar massa!"

Tidak kalah pedas, akun @sikspekk menulis:

"Si anjing malah marathon di Sydney, padahal kalau marathon di Jakarta lebih kerasa adrenalinnya. Jalanan macet, polisi bentrok, massa marah… itu baru tantangan!"*

Namun, ada pula yang menyampaikan kekecewaan dengan nada lebih emosional. Akun @sri_primaini mengungkapkan:

"Sebagai rakyat kecil, saya sakit hati dan marah lihat tingkah laku mereka. Kami demo, lapar, capek, panas-panasan… sementara mereka jalan-jalan, olahraga, dikasih fasilitas mewah. Ini bukan lagi soal kepercayaan, tapi soal harga diri sebagai warga negara."

Kunjungan Kerja atau Liburan Berlabel? Pertanyaan yang Tak Pernah Terjawab
Fenomena kunjungan kerja (kunker) anggota DPR ke luar negeri memang bukan hal baru. Setiap tahun, puluhan anggota dewan diketahui melakukan perjalanan ke berbagai negara dengan dalih studi banding, pertukaran kebijakan, atau diplomasi parlemen. Namun, sejak beberapa tahun terakhir, program ini kerap menuai kritik karena minimnya transparansi dan output nyata.

Dalam kasus Misbakhun, publik mempertanyakan: apakah keikutsertaannya dalam Sydney Marathon memang bagian dari agenda resmi Komisi XI? Jika ya, apa hubungan lari maraton dengan kebijakan fiskal atau pengawasan APBN? Jika tidak, mengapa perjalanan tersebut tetap dikategorikan sebagai kunjungan kerja?

Hingga berita ini diturunkan, pihak Sekretariat Jenderal DPR belum memberikan klarifikasi resmi. Sementara itu, Mukhamad Misbakhun sendiri belum memberikan pernyataan publik terkait keberadaannya di Sydney saat aksi demo berlangsung.

Krisis Kepercayaan: Rakyat Butuh Wakil, Bukan Wisatawan
Aksi demonstrasi 28 Agustus 2025 bukan sekadar protes terhadap kebijakan ekonomi. Ia adalah simbol dari krisis kepercayaan yang semakin dalam antara rakyat dan lembaga perwakilan. Banyak warga merasa bahwa DPR tidak lagi menjadi suara mereka, melainkan menara gading yang terpisah dari realitas kehidupan sehari-hari.

Ketika rakyat berdemo di bawah terik matahari, mempertaruhkan waktu dan tenaga untuk menyuarakan ketidakadilan, kehadiran anggota dewan di luar negeri untuk acara yang bersifat rekreasi atau olahraga jelas terasa seperti pukulan telak.

TAG:
Sumber:


Berita Lainnya