Nonton Drakor Bon Appetit, Your Majesty Episode 4 Sub Indo serta Link dan Spoiler di Netflix Bukan LK21: Ji Yeong Tantang Takdir dengan Rasa di Dapur Kerajaan

Bon-Instagram-
Nonton Drakor Bon Appetit, Your Majesty Episode 4 Sub Indo serta Link dan Spoiler di Netflix Bukan LK21: Ji Yeong Tantang Takdir dengan Rasa di Dapur Kerajaan
Drama Korea Bon Appetit, Your Majesty kembali mengguncang penonton dengan episode 3 dan 4 yang penuh ketegangan, intrik istana, dan kelezatan kuliner yang memukau. Setelah kejutan besar di episode sebelumnya, kini Ji Yeong — perempuan dari zaman modern yang terlempar ke era Joseon — harus membuktikan bahwa ia bukan hanya sekadar tamu tak diundang, melainkan sosok yang bisa mengubah dunia kuliner kerajaan.
Dalam episode 2, Ji Yeong bersama Gil Geum sempat ditahan karena dianggap mencurigakan. Namun, mereka berhasil lolos dari hukuman berat setelah mengaku berusia lanjut — sebuah taktik licin yang menyelamatkan nyawa mereka. Namun, kemenangan itu hanya sementara. Ji Yeong segera dihadapkan pada tantangan hidup-mati: sebuah ujian memasak di depan para pejabat tinggi dan tamu kehormatan istana.
Jika gagal memuaskan selera mereka, hukuman mati menanti. Tekanan begitu besar. Tapi justru di titik inilah Ji Yeong menunjukkan kehebatannya. Dengan kecerdasan dan pengetahuan kulinernya yang berasal dari masa depan, ia memutar otak, mengadaptasi teknik memasak modern ke dalam dapur tradisional Joseon yang terbatas peralatan dan bahan.
Hasilnya? Sebuah hidangan yang belum pernah terbayangkan di istana: steik. Ya, meski tidak menggunakan daging wagyu atau oven berteknologi tinggi, Ji Yeong berhasil menciptakan versi Joseon dari steak yang lembut, gurih, dan penuh cita rasa. Awalnya, para pejabat meragukan. Mereka menatap hidangan itu dengan alis terangkat, mencibir, bahkan menertawakan. Tapi semuanya berubah saat Raja Yi Heon sendiri turun tangan untuk mencicipi.
Raja terpukau. Bukan hanya karena rasanya yang luar biasa, tapi juga karena keberanian Ji Yeong dalam berinovasi. Di tengah budaya kerajaan yang kaku dan tradisional, Ji Yeong hadir seperti angin segar. Keberaniannya menghadapi risiko mati demi menyajikan makanan yang belum pernah ada sebelumnya membuat Raja Yi Heon tidak hanya membatalkan hukuman, tapi juga mulai melihat Ji Yeong dengan cara yang berbeda.
Dari Nyaris Dieksekusi ke Kepala Dapur Kerajaan
Dalam perkembangan yang mengejutkan, Raja Yi Heon secara resmi mengangkat Ji Yeong sebagai Kepala Dapur Istana. Sebuah jabatan yang sangat prestisius, bahkan jarang dipegang oleh perempuan, apalagi oleh seorang asing yang datang entah dari mana. Keputusan ini tentu saja mengguncang struktur hierarki di dapur kerajaan.
Mayoritas juru masak adalah laki-laki yang telah bertahun-tahun mengabdi. Mereka merasa tersinggung, tidak terima, dan menolak dipimpin oleh seorang perempuan dari luar, apalagi yang tidak punya latar belakang resmi sebagai juru masak istana. Suasana dapur pun memanas. Tatapan sinis, bisikan-bisikan, hingga perlawanan pasif menjadi makanan sehari-hari bagi Ji Yeong.
Namun, perintah raja adalah hukum. Mereka terpaksa tunduk, meski hati masih dipenuhi dendam dan iri. Ji Yeong pun sadar bahwa posisinya sangat rentan. Ia bukan hanya harus membuktikan kemampuannya, tetapi juga bertahan dari segala bentuk sabotase dan persekongkolan.
Tekanan yang Tak Pernah Berhenti
Raja Yi Heon, meski terkesan, tidak memberi Ji Yeong ruang untuk bernapas. Ia memberikan syarat yang begitu berat: setiap hari, Ji Yeong harus menyajikan hidangan baru yang mampu memuaskan selera raja. Jika gagal, hukuman mati tetap berlaku.
Bayangkan tekanan yang harus ditanggung Ji Yeong. Setiap pagi, ia harus memutar otak, menggali ingatan tentang resep masa depan, memodifikasi bahan-bahan yang tersedia di era Joseon, dan menciptakan sesuatu yang inovatif namun tetap bisa diterima oleh lidah raja. Tidak ada ruang untuk kesalahan. Tidak ada toleransi untuk kegagalan.
Namun, di tengah semua tekanan itu, Ji Yeong justru berkembang. Ia mulai memahami karakter bahan lokal, mempelajari selera raja, dan bahkan mulai membentuk tim kecil yang mulai menghargainya. Beberapa juru masak muda mulai tertarik dengan cara kerjanya yang unik dan penuh ide segar.
Ancaman dari Dapur dan Hati: Selir Kang Mok Ju Mengamuk
Namun, ancaman terbesar bukan hanya datang dari dapur, tapi juga dari istana. Salah satu selir favorit raja, Kang Mok Ju, mulai merasa terancam. Ia melihat bagaimana Raja Yi Heon sering memuji Ji Yeong, menanyakan kabarnya, bahkan mengunjungi dapur hanya untuk mencicipi makanan yang disiapkan oleh Ji Yeong.
Bagi Kang Mok Ju, ini bukan sekadar urusan selera makan. Ini soal pengaruh, kekuasaan, dan cinta sang raja. Ia merasa posisinya mulai goyah. Ji Yeong, meski bukan selir, justru mendapat perhatian lebih dari raja. Rasa cemburu pun berubah menjadi niat jahat.
Dalam episode 3-4, Kang Mok Ju melancarkan serangan diam-diam. Ia menyelundupkan ular berbisa ke dalam gudang beras dapur istana. Aksi licik ini bukan hanya bertujuan menjatuhkan reputasi Ji Yeong, tapi juga mengancam nyawanya secara langsung. Bayangkan jika ular itu ditemukan saat sedang memasak — Ji Yeong akan langsung dituduh melakukan penghinaan terhadap raja atau bahkan mencoba meracuni.
Baca juga: Siapa David Chandra? Pria Asal Medan yang Menyiksa dan Membunuh Kekasihnya Sendiri Lina Kwan