Bocoran Pro Bono Episode 9-10 Sub Indo di Netflix Bukan LK21: Skandal Etika Mengguncang Tim Hukum Pro Bono, Kang Da Wit Dituduh Lakukan Suap!

 Bocoran Pro Bono Episode 9-10 Sub Indo di Netflix Bukan LK21: Skandal Etika Mengguncang Tim Hukum Pro Bono, Kang Da Wit Dituduh Lakukan Suap!

Pro bono-Instagram-

Bocoran Pro Bono Episode 9-10 Sub Indo di Netflix Bukan LK21: Skandal Etika Mengguncang Tim Hukum Pro Bono, Kang Da Wit Dituduh Lakukan Suap!

Drama hukum Korea Pro Bono kembali memperlihatkan tajamnya sisi gelap sistem peradilan lewat episode-episode terbarunya. Setelah menampilkan konflik sosial dan ketegangan moral di delapan episode sebelumnya, serial yang tayang eksklusif di Netflix ini memasuki babak baru yang jauh lebih intens—penuh intrik, pengkhianatan, dan pertaruhan prinsip. Episode 9 dan 10, yang akan tayang perdana Sabtu, 3 Januari 2026, menandai titik balik dramatis dalam alur cerita, di mana salah satu anggota inti tim pro bono, Kang Da Wit, terancam jatuh karena tuduhan serius: manipulasi kasus hukum dan dugaan penerimaan suap.



Kemunculan Sosok Misterius yang Menggoyahkan Fondasi Tim
Segalanya berubah ketika seorang pria tak dikenal tiba-tiba muncul di kantor pusat tim pro bono, yang beroperasi di bawah naungan firma hukum ternama milik Oh Sang Hyuk. Tanpa permisi, sang tamu langsung menembus batas privasi ruang kerja dan melemparkan tuduhan berat kepada Kang Da Wit—salah satu pengacara andalan tim yang dikenal karena idealismenya.

Pria misterius ini bukan sekadar pelapor biasa. Ia datang dengan amarah membara, kecurigaan mendalam, dan yang paling mengkhawatirkan—tumpukan bukti konkret yang berpotensi meruntuhkan reputasi Da Wit sekaligus menggoyahkan kepercayaan publik terhadap prinsip pro bono itu sendiri.

Tuduhan Berat: Manipulasi Kasus dan Konflik Kepentingan
Inti tuduhannya sederhana namun mematikan: Kang Da Wit dianggap telah mengambil keputusan hukum yang tidak hanya keliru, tetapi juga dipenuhi konflik kepentingan. Bahkan, sang pelapor menuduh bahwa keputusan tersebut sengaja diambil untuk menguntungkan pihak ketiga, sementara klien pro bono—yang mestinya dilindungi—justru menjadi korban keputusan itu.



Lebih mengejutkan lagi, pria tersebut mengklaim bahwa Da Wit mungkin menerima imbalan finansial untuk membelokkan arah kasus. Jika terbukti benar, ini bukan hanya pelanggaran etika profesi hukum, melainkan bentuk pengkhianatan terhadap misi mulia pro bono: memberi akses keadilan bagi mereka yang tidak mampu membayar jasa hukum.

Petunjuk dari Masa Lalu: Rekaman Mabuk Jadi Kunci?
Salah satu momen paling menegangkan terjadi ketika Park Gi Ppeum, tokoh sentral dalam serial ini, menyadari bahwa ia pernah melihat wajah pria misterius itu sebelumnya. Ingatannya langsung melayang ke sebuah video viral yang sempat beredar di kalangan internal firma hukum beberapa waktu lalu—video yang menampilkan Kang Da Wit dalam keadaan mabuk.

Awalnya, video itu dianggap sebagai aib pribadi yang tak layak dikaitkan dengan pekerjaan profesional. Namun kini, keberadaan pria dalam video tersebut di depan mata Gi Ppeum membuka kemungkinan baru: apakah insiden mabuk itu bagian dari skenario yang lebih besar? Apakah Da Wit sedang dijebak? Atau justru, momen itu menjadi bukti awal dari degradasi integritasnya?

Barang Bukti yang Mengancam: Dokumen, Rekaman, dan Jejak Digital
Pria misterius itu tak hanya datang dengan mulut penuh tuduhan. Ia menyerahkan dokumen resmi, rekaman audio, dan korespondensi digital yang mengisyaratkan adanya kolusi terselubung antara Da Wit dan pihak eksternal. Salah satu dokumen bahkan menunjukkan alur keuangan yang tidak wajar, sementara rekaman percakapan menyinggung soal “pengaturan keputusan di balik layar”.

Jika bukti-bukti ini diverifikasi kebenarannya, bukan hanya karier Da Wit yang tamat—namun juga reputasi seluruh tim pro bono, bahkan firma hukum yang menaunginya, bisa tercoreng. Yang paling memilukan: kasus pro bono yang seharusnya menjadi pelindung bagi yang lemah, ternyata justru digunakan sebagai alat manipulasi.

Konflik Internal Memanas: Persahabatan vs Prinsip
Kedatangan pria misterius ini memicu badai konflik internal di dalam tim. Beberapa anggota langsung bersikap skeptis terhadap Da Wit, mempertanyakan apakah selama ini mereka telah salah menilai integritasnya. Sementara yang lain, termasuk Gi Ppeum, berusaha mempertahankan keyakinan mereka—namun dengan keraguan yang tak bisa disembunyikan.

Persahabatan, loyalitas, dan dedikasi profesional kini diuji. Apakah tim akan tetap solid meski salah satu dari mereka terlibat skandal? Atau justru, mereka harus mengambil keputusan pahit demi menjaga nama baik prinsip pro bono?

Gi Ppeum di Persimpangan Etika: Menjadi Penjaga Kebenaran atau Pembela Teman?
Dalam episode yang akan datang, Park Gi Ppeum diposisikan di persimpangan jalan paling genting dalam perjalanannya sebagai pengacara. Ia bukan hanya rekan kerja Da Wit, tapi juga sahabat dekat yang tahu betapa gigihnya Da Wit memperjuangkan keadilan bagi klien tak mampu.

Namun, sebagai sosok yang selalu menempatkan kebenaran dan prinsip hukum di atas segalanya, Gi Ppeum kini dihadapkan pada dilema moral terberat: haruskah ia membela temannya tanpa syarat, atau justru menjadi orang pertama yang menuntut pertanggungjawaban?

Perkembangan karakter Gi Ppeum di episode 9 dan 10 diprediksi akan menjadi puncak emosional serial ini, di mana penonton akan diajak merenungkan: seberapa jauh idealisme bisa bertahan di tengah tekanan realitas hukum yang penuh kompromi?

TAG:
Sumber:


Berita Lainnya