Drakor Can This Love Be Translated Episode 1–12 Tayang Tamat di Netflix: Kisah Cinta yang Menembus Batas Bahasa dan Dunia

Drakor Can This Love Be Translated Episode 1–12 Tayang Tamat di Netflix: Kisah Cinta yang Menembus Batas Bahasa dan Dunia

Can this-Instagram-


Drakor Can This Love Be Translated Episode 1–12 Tayang Tamat di Netflix: Kisah Cinta yang Menembus Batas Bahasa dan Dunia

Dunia hiburan Korea kembali menghadirkan mahakarya romansa yang tak hanya memikat mata, tetapi juga menyentuh relung hati. Serial drama terbaru berjudul “Can This Love Be Translated?” resmi tayang perdana pada Jumat, 16 Januari 2026, secara eksklusif di platform streaming global Netflix. Sebagai produksi orisinal Netflix, drama ini menawarkan pendekatan segar terhadap narasi cinta modern—dibungkus dalam dinamika dua insan yang berasal dari dunia yang nyaris tak bersinggungan.



Dengan seluruh episode (1–12) dirilis sekaligus, penonton di seluruh dunia—termasuk Indonesia—diberi kesempatan untuk menikmati pengalaman binge-watching tanpa jeda, lengkap dengan subtitle bahasa Indonesia yang memudahkan pemahaman setiap nuansa emosional dalam cerita.

Pertemuan Tak Terduga: Dua Dunia yang Bertabrakan
Di jantung “Can This Love Be Translated?” terdapat dua tokoh utama yang seolah datang dari kutub berlawanan, namun justru saling melengkapi dalam cara yang tak terduga.

Ju Ho-jin, diperankan oleh aktor berbakat yang dikenal karena kemampuan aktingnya yang natural, adalah seorang penerjemah multibahasa yang hidup jauh dari sorotan publik. Ia fasih berbahasa Inggris, Prancis, Jepang, Spanyol, hingga Mandarin—namun jarang sekali menjadi pusat perhatian. Kehidupannya tenang, terstruktur, dan penuh dedikasi pada pekerjaan yang sering kali tak terlihat oleh mata awam. Bagi Ho-jin, kata-kata adalah jembatan—bukan alat untuk mengekspresikan dirinya sendiri.



Di sisi lain, hadir Cha Mu-hee, aktris papan atas Korea yang namanya sudah menjadi ikon di industri hiburan Asia. Dengan wajah memesona, bakat akting luar biasa, dan jadwal syuting yang padat merayap, Mu-hee hidup dalam sorotan kamera setiap hari. Popularitasnya menembus batas negara, menjadikannya salah satu figur paling dicintai di kalangan penggemar drakor di seluruh dunia.

Keduanya tak pernah membayangkan akan saling bertemu—apalagi jatuh cinta. Namun, takdir berkata lain. Ketika keduanya dipasangkan dalam sebuah proyek televisi internasional yang mengharuskan mereka bepergian ke berbagai negara, benih-benih perasaan mulai tumbuh dalam diam, di antara dialog yang diterjemahkan dan tatapan yang tak perlu kata.

Cinta yang Sulit Diterjemahkan: Antara Bahasa dan Perasaan
Salah satu kekuatan utama drama ini terletak pada eksplorasi tema universal: kesulitan mengungkapkan perasaan tulus, bahkan ketika kita menguasai banyak bahasa. Ho-jin, yang terbiasa menyampaikan makna lewat kata-kata orang lain, justru gagap saat harus mengungkapkan isi hatinya sendiri. Di sisi lain, Mu-hee—yang terbiasa menjadi pusat perhatian—justru merasa takut menunjukkan sisi rapuhnya kepada seseorang yang begitu jujur dan rendah hati seperti Ho-jin.

Perjalanan mereka bukan hanya soal lokasi syuting atau jadwal kerja. Momen-momen tak terduga selama perjalanan—mulai dari kesalahpahaman budaya, perdebatan lucu tentang arti kata tertentu dalam berbagai bahasa, hingga momen intim saat mereka terjebak dalam situasi tak terduga di negeri asing—semua itu perlahan membangun ikatan emosional yang sulit dijelaskan.

Namun, cinta tak selalu berjalan mulus. Keraguan, rasa cemburu halus, dan tekanan dari dunia luar—termasuk sorotan media dan ekspektasi publik—turut menguji hubungan mereka. Apakah cinta yang tumbuh dalam diam ini mampu bertahan di tengah badai?

Format Binge-Worthy: Nikmati Tanpa Jeda!
Salah satu keunggulan utama “Can This Love Be Translated?” adalah format rilisnya yang ramah penonton modern. Berbeda dengan drama Korea konvensional yang tayang mingguan, seluruh 12 episode serial ini dirilis sekaligus pada 16 Januari 2026. Artinya, penonton bisa langsung maraton tanpa harus menahan rasa penasaran selama berminggu-minggu.

Format ini merupakan ciri khas produksi orisinal Netflix, yang memahami betapa pentingnya pengalaman menonton yang utuh dan imersif bagi generasi digital saat ini. Bagi para pencinta drakor yang ingin larut dalam kisah cinta mendalam tanpa gangguan jeda, ini adalah kabar gembira.

TAG:
Sumber:


Berita Lainnya