unique visitors counter
⌂ Beranda News Trump Sebut Kerangka Kesepakatan Iran Hampir Selesai, Termasuk Buka Selat Hormuz

Trump Sebut Kerangka Kesepakatan Iran Hampir Selesai, Termasuk Buka Selat Hormuz

Trump Sebut Kerangka Kesepakatan Iran Hampir Selesai, Termasuk Buka Selat Hormuz
Presiden AS Donald Trump berbicara tentang kesepakatan Iran
A A Ukuran Teks16px

Trump, yang peringkat persetujuannya terpukul oleh dampak perang pada harga energi, mengatakan tidak akan menghadiri pernikahan putranya akhir pekan ini.

Ia berencana tinggal di Washington dengan alasan Iran.

Trump menulis bahwa ia menelepon pemimpin Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Yordania, Mesir, Turki, dan Pakistan. Axios melaporkan para pemimpin mendorong Trump menyetujui kerangka yang muncul.

IN2

Pakistan bertujuan menjembatani perbedaan antara Iran dan AS setelah berminggu-minggu perang. Selat Hormuz tetap tertutup untuk sebagian besar pelayaran meskipun ada gencatan senjata.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengulangi syarat Trump untuk mengakhiri pertempuran. "Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Selat harus dibuka tanpa biaya. Mereka harus menyerahkan uranium yang diperkaya," kata Rubio.

in2

Rubio, yang mengunjungi India, mengatakan beberapa kemajuan telah dicapai. "Ada kemungkinan, apakah nanti hari ini, besok, dalam beberapa hari, kami mungkin memiliki sesuatu untuk dikatakan," ujarnya.

>>> Kemensos Salurkan BPNT Tahap Dua Rp600 Ribu via KKS dan Kantor Pos

Wakil Presiden AS JD Vance kembali ke Gedung Putih Sabtu sore, memotong perjalanan ke Ohio.

Iran membantah mengejar senjata nuklir dan mengatakan memiliki hak untuk memperkaya uranium untuk tujuan sipil.

Iran menuntut pengawasan selat, mengakhiri blokade AS di pelabuhannya, dan pencabutan sanksi penjualan minyak.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan tren pekan ini menuju pengurangan perselisihan. "Masih ada masalah yang perlu dibahas melalui mediator.

Kita harus menunggu dan melihat situasi dalam tiga atau empat hari ke depan," katanya.

Baghaei mengatakan masalah blokade AS terhadap pelayaran Iran penting, tetapi prioritasnya adalah mengakhiri ancaman serangan AS baru dan konflik di Lebanon.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru