Macron sebelumnya beberapa kali berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Keduanya membahas langkah-langkah untuk memperkuat pertahanan Ukraina.
>>> Trump Klaim Kesepakatan Iran Hampir Tercapai, Iran Bantah Soal Selat Hormuz
Serangan terbaru ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang masih berlangsung. Namun, belum ada tanda-tanda gencatan senjata dalam waktu dekat.
Komunitas internasional terus mendesak Rusia untuk menghentikan serangan terhadap warga sipil. Dewan Keamanan PBB dijadwalkan mengadakan pertemuan darurat membahas situasi terbaru.
Ukraina meminta sekutunya untuk segera mengirimkan sistem pertahanan udara yang lebih canggih. Hal ini dinilai penting untuk melindungi warga sipil dari serangan rudal hipersonik.
Penggunaan rudal Oreshnik juga memicu kekhawatiran akan potensi eskalasi nuklir. Meskipun rudal tersebut belum pernah digunakan dengan hulu ledak nuklir, kemampuannya tetap menjadi perhatian.
Prancis, sebagai negara pemilik senjata nuklir, memiliki kepentingan langsung dalam mencegah penyebaran senjata semacam itu. Macron menegaskan bahwa tindakan Rusia melanggar hukum internasional.
Serangan rudal besar-besaran ini terjadi setelah beberapa hari relatif tenang. Ukraina sebelumnya berhasil menembak jatuh sejumlah drone dan rudal Rusia.
Namun, serangan malam itu menunjukkan bahwa Rusia masih memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan skala besar. Militer Ukraina mengaku berhasil mencegat beberapa rudal, tetapi tidak semuanya.
Kecaman Macron disambut positif oleh pemerintah Ukraina. Menteri Luar Negeri Ukraina mengucapkan terima kasih atas dukungan Prancis yang konsisten.
Sementara itu, sejumlah analis memperingatkan bahwa penggunaan rudal Oreshnik dapat memicu perlombaan senjata baru. Negara-negara lain mungkin akan mengembangkan rudal serupa untuk menandingi kemampuan Rusia.
Prancis sendiri tengah mengembangkan sistem pertahanan udara generasi terbaru. Namun, sistem tersebut belum siap dioperasikan dalam waktu dekat.
>>> Bom Meledak di Dekat Rel Kereta Api di Pakistan Barat Daya, Puluhan Terluka
Macron menutup pernyataannya dengan menegaskan kembali dukungan Prancis untuk Ukraina. "Kami akan terus berdiri bersama rakyat Ukraina," tulisnya.