Forum etika kecerdasan buatan (AI) yang digagas mahasiswa Indonesia berlangsung di Yonsei University, Seoul, pada Sabtu lalu.
Acara bertajuk "Resilient Future: Reimagining Ethical AI" ini merupakan forum networking tahunan kelima yang diselenggarakan oleh Yonsei-Indonesia Association (YIA) dan Seoul National University Indonesian Students Association (SNUnesia).
>>> Pameran di Seoul Jejak 140 Tahun Hubungan Korea-Prancis Lewat Hadiah Diplomatik
Forum ini dihadiri peserta dari Indonesia, Korea, Vietnam, India, Rusia, dan negara lainnya.
Yonsei Underwood International College Career Development Center bertindak sebagai koordinator, dan acara mendapat dukungan resmi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul.
Pembukaan dan Sesi Diskusi
Acara dibuka dengan sambutan dari John M. Frankl, dekan Underwood International College (UIC) Yonsei, serta Jang Yoon-jung, penasihat akademik UIC.
Perwakilan The Korea Times juga menyampaikan sambutan mengenai inisiatif dukungan bagi mahasiswa internasional di Korea.
Bagian utama forum adalah sesi diskusi kelompok kecil yang mempertemukan mahasiswa dengan pembicara dari akademisi dan industri.
>>> Pemasaran di Atas Tali: Bisnis Korea Khawatir Jadi Starbucks Berikutnya
Topik diskusi mencakup batasan etika AI dalam karya kreatif profesional, perlindungan kekayaan intelektual di era AI generatif, serta tantangan mahasiswa internasional dalam mencari pekerjaan di Korea.
Pembicara dan Sponsor
Pembicara yang hadir antara lain Todd Holoubek, profesor teknologi seni di Yonsei; Fakhri Syukri, CEO Urbansolv dan mahasiswa pascasarjana teknik di SNU; Lee Il-sup, insinyur AI dan mahasiswa doktoral di Yonsei; Lee Heon-young, pakar AI dan teknologi dari SNU; Lee Min-chan, CEO Synapse International; Indah Sulvaria, dosen teknik di SNU; Kevin Lanov, spesialis produk di GME; serta Shabriandy Novanda Tandjung, spesialis pelatihan IT di perusahaan fintech.
Forum ditutup dengan sesi networking terbuka. Mitra media meliputi Buddies Korea, The Yonsei Annals, dan The Korea Times.
Sponsor acara adalah INI Consulting, Halo Indonesia, dan PT. Kreasi Indonesia.
>>> Survei: Kesenjangan Generasi dalam Sikap terhadap Romansa AI
YIA menyatakan misinya untuk mempromosikan budaya Indonesia di Yonsei serta membangun koneksi antara mahasiswa dan profesional di Korea dan luar negeri.