unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan 5 Mobil Listrik dengan Depresiasi Lebih dari 60 Persen, Jangan Salah Pilih

5 Mobil Listrik dengan Depresiasi Lebih dari 60 Persen, Jangan Salah Pilih

5 Mobil Listrik dengan Depresiasi Lebih dari 60 Persen, Jangan Salah Pilih
Jangan Salah Pilih, 5 Mobil Listrik Ini Harga Sudah Turun 60 Persen
A A Ukuran Teks16px

Mobil listrik dikenal lebih murah biaya operasionalnya. Namun, depresiasi atau penurunan harga jualnya ternyata lebih cepat daripada mobil konvensional.

Rata-rata mobil listrik kehilangan sekitar 59 persen nilainya dalam lima tahun. Sementara mobil bensin atau diesel hanya terdepresiasi 40–50 persen pada periode yang sama.

>>> Casio Rilis G-Shock Frogman dan CasiOak Biru Skeleton untuk 2026

IN2

Penyebab utamanya adalah perkembangan teknologi baterai yang cepat, perang harga antarprodusen, dan munculnya model baru dengan jarak tempuh lebih panjang.

Akibatnya, mobil listrik generasi awal kurang diminati di pasar sekunder.

Berikut lima model yang mencatat penurunan harga bekas lebih dari 60 persen.

in2

Audi e-tron GT

Audi e-tron GT menjadi salah satu mobil listrik dengan penurunan nilai terbesar. Depresiasinya mencapai 60 hingga lebih dari 70 persen setelah lima tahun.

Sedan listrik premium ini berbagi komponen dengan Porsche Taycan. Harganya sangat tinggi saat baru, namun permintaan di pasar bekas tidak sebesar SUV atau crossover.

Perkembangan teknologi kendaraan listrik yang cepat membuat model generasi awal kalah bersaing dengan produk terbaru.

>>> Zayn Malik Bentak dan Usir Orang yang Halangi Jalannya

Jaguar I-Pace

Jaguar I-Pace juga masuk daftar mobil listrik dengan nilai jual kembali terburuk. Dalam lima tahun, depresiasinya mencapai lebih dari 70 persen.

Mobil listrik massal pertama Jaguar ini menawarkan desain premium dan performa menarik. Namun, perubahan strategi bisnis Jaguar menuju merek listrik murni menimbulkan ketidakpastian.

Banyak konsumen memilih menunggu model baru daripada membeli unit bekas, sehingga menekan harga jual.

Tesla Model S

Sedan flagship Tesla ini mengalami penurunan nilai lebih dari 60 persen dalam lima tahun. Salah satu penyebabnya adalah kebijakan Tesla yang beberapa kali memangkas harga kendaraan baru.

Ketika harga baru turun, harga bekas otomatis ikut terkoreksi. Selain itu, tren pasar global yang lebih menyukai SUV membuat permintaan Model S menurun.

>>> ASUS ExpertCenter P200 AiO Resmi Meluncur, PC All-in-One Ryzen untuk Kantor Modern

Akibatnya, nilai jualnya di pasar sekunder terus merosot.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru