Dalam sebuah momen yang disebut sebagai "kelahiran ulang PC", Nvidia resmi memperkenalkan RTX Spark.
Superchip revolusioner ini menggabungkan kekuatan AI generatif, grafis kelas atas, gaming AAA, dan komputasi kreatif dalam satu paket terintegrasi untuk laptop dan PC Windows.
>>> Huawei Nova 16 Ultra Resmi: Kamera 200 MP dan Baterai 7.000 mAh
Pengumuman ini dilakukan oleh Jensen Huang, pendiri sekaligus CEO Nvidia, dalam acara Nvidia GTC Taipei 2026.
Huang menandai awal dari era baru: komputer yang tidak lagi diklik, tapi diajak bicara.
Apa Itu RTX Spark?
RTX Spark adalah chip hibrida (system-on-chip) yang mengintegrasikan CPU Nvidia Grace dan GPU Nvidia Blackwell RTX.
CPU Grace adalah prosesor 20-core berbasis ARM yang dikembangkan bersama MediaTek untuk efisiensi daya dan konektivitas tinggi.
GPU Blackwell RTX hadir dengan 6.144 CUDA Core dan Tensor Core generasi kelima.
Keduanya dihubungkan melalui NVLink-C2C, teknologi interkoneksi berkecepatan ultra-tinggi yang memungkinkan transfer data hingga 900 GB/detik.
Chip ini diproduksi menggunakan proses fabrikasi 3 nanometer (3nm) dari TSMC. Ini menjadikannya salah satu chip paling efisien di dunia dalam hal rasio performa-per-watt.
>>> 5 Mobil Listrik dengan Depresiasi Lebih dari 60 Persen, Jangan Salah Pilih
Performa AI Gila: 1 Petaflop
Nvidia mengklaim RTX Spark mampu menghasilkan performa AI hingga 1 petaflop, setara dengan 1.000 triliun operasi per detik.
Angka ini biasanya hanya ditemukan di server data center, bukan di laptop.
Dengan kemampuan tersebut, RTX Spark bisa menjalankan Large Language Model (LLM) hingga 120 miliar parameter.
Context window mencapai 1 juta token, dan model multimodal (teks, gambar, audio) dapat dijalankan secara lokal.
"Selama 40 tahun, pengguna membuka aplikasi, klik, lalu mengetik. Dengan RTX Spark dan Windows, pengguna cukup meminta dan PC yang akan mengerjakan tugasnya," ujar Huang.
RTX Spark bukan sekadar peningkatan performa.
>>> Casio Rilis G-Shock Frogman dan CasiOak Biru Skeleton untuk 2026
Ia adalah manifestasi nyata dari visi PC berbasis AI agent lokal, di mana perangkat bisa memahami perintah alami, menjalankan alur kerja lintas aplikasi, mencari file, membuat konten visual, bahkan mengotomatisasi tugas harian tanpa harus terhubung ke cloud.
