Namun, laporan tersebut tidak menyebut apakah kedua pemimpin membahas program nuklir Korea Utara.
Dalam kunjungannya ke Pyongyang pada 2019, Xi mengatakan Beijing bersedia memainkan peran konstruktif dalam denuklirisasi Semenanjung Korea.
Tidak disebutkannya isu denuklirisasi kali ini dapat ditafsirkan sebagai penerimaan China terhadap kemungkinan status Korea Utara sebagai negara nuklir.
Kim Gyu-beom, analis di Institute for National Security Strategy di Seoul, mengatakan China tampaknya menempuh "pendekatan manajerial" yang tidak sepenuhnya mendukung atau menekan Pyongyang, sambil menjaga komunikasi strategis dan mengutamakan stabilitas regional.
>>> Pencarian Link Video Cut Salwa Full Durasi Ramai di Sosmed, Ada Apa?
Memulihkan pengaruh eksklusif atas Korea Utara akan memberi Xi daya tawar dalam hubungannya dengan Presiden AS Donald Trump, yang berulang kali menyatakan keinginan untuk memulai kembali diplomasi dengan Kim.