Tergantung produknya, kadar kalori, lemak, dan natrium masih bisa signifikan, dan makan berlebihan dapat merusak tujuan nutrisi Anda.
Seperti keripik biasa, keripik protein mendorong ngemil terus-menerus karena tekstur renyah dan bumbu gurih, terlepas dari rasa kenyang.
Untuk mengonsumsinya secara seimbang, lebih baik menuangkan satu porsi ke dalam mangkuk kecil daripada makan langsung dari bungkus.
Menetapkan waktu ngemil tertentu atau memadukannya dengan air atau minuman tanpa pemanis juga dapat membantu mengurangi makan tanpa sadar.
Yang terpenting, keripik protein harus didekati sebagai camilan pengganti, bukan camilan tambahan.
Beralih dari keripik kentang biasa ke keripik protein mungkin bermakna, tetapi makan keripik protein di samping camilan biasa hanya akan meningkatkan asupan kalori total.
>>> Gangnam District Gelar Konser Piknik Tepi Sungai dan Festival Jalanan Bebas Mobil
Kuncinya adalah menganggapnya bukan sebagai "satu camilan lagi," melainkan sebagai alternatif dari camilan yang sudah Anda makan.