Apa Arti RIP Indonesia's Democracy? Istilah Viral Usai Tragedi Ojol Tewas Ditabrak Rantis Brimob

tanda tanya-pixabay-
Keadilan untuk Affan, Reformasi untuk Demokrasi
Di tengah duka, muncul gerakan solidaritas online dan offline. Beberapa komunitas ojek online menggelar aksi simpatik dengan mengenakan pita hitam dan menyalakan lampu hazard sebagai bentuk penghormatan. Sementara itu, petisi daring menuntut keadilan untuk Affan telah ditandatangani lebih dari 100.000 orang dalam waktu 24 jam.
Kasus ini juga membuka diskusi lebih luas tentang perlindungan terhadap pekerja informal, regulasi keamanan dalam aksi unjuk rasa, serta perlunya reformasi sistem keamanan yang lebih manusiawi.
Baca juga: Apakah Love Untangled Dibintangi Shin Eun Soo dan Gong Myung Bakal Lanjut Season 2?
Penutup: Saat Demokrasi Dipertanyakan
Kematian Affan Kurniawan mungkin hanya satu dari sekian banyak korban yang tak tercatat dalam dinamika sosial-politik Indonesia. Namun, simbolisme yang muncul darinya—melalui tagar #RIPIndonesiasDemocracy—menjadi cermin betapa dalamnya kekecewaan rakyat terhadap arah demokrasi di negeri ini.
Sebuah negara yang sehat seharusnya mampu melindungi semua warganya, bukan hanya mereka yang berkuasa. Dan ketika seorang pengemudi ojol tewas di tengah jalan karena konflik antara negara dan rakyat, maka saat itulah kita harus bertanya: Apakah demokrasi kita masih hidup?
Duka Affan bukan sekadar cerita tragis. Ia adalah panggilan moral bagi seluruh elemen bangsa untuk merenung, memperbaiki, dan kembali menegakkan nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan kedaulatan rakyat.
#RIPIndonesiasDemocracy mungkin hanya tagar. Tapi di baliknya, terdengar suara rakyat yang lelah, marah, dan masih berharap. Harapannya sederhana: keadilan.