Surabaya Membara: Aksi Demo Ricuh, Jalan Basuki Rahmat Lumpuh, Warga Terjebak di Tengah Kobaran Api dan Asap

Surabaya Membara: Aksi Demo Ricuh, Jalan Basuki Rahmat Lumpuh, Warga Terjebak di Tengah Kobaran Api dan Asap

Demo-Instagram-

Suara Netizen: Antara Dukungan, Kritik, dan Ajakan Damai
Di tengah kekacauan, media sosial menjadi ruang bagi warga untuk menyuarakan kepedulian. Di TikTok, Instagram, dan Twitter, tagar #SurabayaRicuh dan #BubarkanDPR menjadi trending nasional. Namun yang menarik, justru komentar-komentar netizen yang mencerminkan kegelisahan dan harapan rakyat.

Salah satu komentar viral berasal dari akun @Chusniyvatun_Ni'am, yang dengan penuh emosi menyerukan agar demonstran tetap fokus pada tujuan utama: “FOKUS NAK TUJUAN AWAL REK. OJOK MALAH ANTEMAN AMBEK APARAT. SING SALAH DPR REKKKI!! PLISS JADI RAKYAT YG CERDAS. JANGAN TERALIHKAN KARENA PROVOKATOR!!! JANGAN ANARKIS PLISSSSI!!”



Pesan ini mendapat ribuan likes dan dibagikan secara luas, menjadi semacam manifesto moral bagi para pengunjuk rasa.

Tak kalah menyentuh, akun @Otw_laughtaie mengingatkan bahwa fasilitas umum bukanlah musuh: “GAES TOLONG STOP BAKAR BAKAR FASILITAS UMUM, JANGAN ADA PENJARAHAN, SAMA AJA KALIAN MENYENGSARAKAN SESAMA RAKYAT.” Ia menegaskan bahwa toko-toko yang rusak adalah milik rakyat kecil, bukan elite politik.

Netizen juga menyampaikan kekecewaan terhadap aparat. Akun @Riyaa027 menulis: “Seharusnya kalian sebagai polisi/brimob polri menjaga kita untuk menyampaikan suara2 hati rakyat... bukan seperti ini cara kalian!” Komentar ini mencerminkan keresahan banyak orang yang menganggap aparat terlalu represif dalam menangani unjuk rasa damai.



Lebih dalam lagi, akun @fabear_flofa mengungkapkan kecurigaan terhadap skenario politik tersembunyi: “DPR, sekarang semua perhatian ke brimob, kita aman sementara... DIBALIK LAYAR ITU DPR DIDEPAN LAYAR ITU POLISI JANGAN TERDISTRAKSI.” Ini menjadi pengingat bahwa fokus harus tetap pada akar masalah: sistem politik yang dianggap gagal mewakili rakyat.

 

TAG:
Sumber:


Berita Lainnya