3 Orang Tewas dalam Kebakaran Kantor DPRD Makassar Akibat Aksi Demo Berujung Anarkis

Makassar-Instagram-
Kota Makassar dalam Kondisi Waspada
Pasca-tragedi, situasi keamanan di sekitar kantor DPRD dan pusat kota Makassar diperketat. Ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP dikerahkan untuk menjaga titik-titik strategis. Aparat juga mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dan menyerahkan proses hukum kepada pihak berwajib.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam pernyataan singkatnya, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. “Kami turut berduka atas kejadian ini. Tiga nyawa melayang, bukan hanya karena api, tapi karena kegagalan kita bersama dalam menyelesaikan konflik secara damai.”
Ia juga berjanji akan memperbaiki sistem keamanan gedung dan meninjau ulang prosedur evakuasi saat terjadi bencana atau kerusuhan.
Refleksi atas Kebebasan Berpendapat dan Keamanan Publik
Tragedi di DPRD Makassar menjadi cerminan betapa pentingnya menjaga keseimbangan antara hak berdemokrasi dan ketertiban umum. Aksi protes adalah bagian dari kehidupan demokrasi, namun ketika berubah menjadi kekerasan, nyawa tak berdosa menjadi korban.
Para korban, Akbar, Sarinawati, dan Saiful Akbar, bukanlah pelaku kekerasan. Mereka hanyalah pegawai yang sedang menjalankan tugas. Kehilangan mereka menjadi duka kolektif yang harus menjadi pelajaran bagi seluruh elemen masyarakat.
Pemerintah, aparat keamanan, dan organisasi masyarakat diharapkan dapat bekerja sama menciptakan ruang dialog yang sehat, menghindari eskalasi konflik, dan melindungi nyawa serta harta benda warga.