Sentimen Negatif Hantam Pasar, Bitcoin dan Saham Teknologi Terjun Bebas

Sentimen Negatif Hantam Pasar, Bitcoin dan Saham Teknologi Terjun Bebas

bitcoin--

Gelombang kekhawatiran menyelimuti pasar keuangan global. Bitcoin melemah tajam dan saham-saham Amerika Serikat mengalami tekanan besar, dipicu kombinasi isu teknologi dan geopolitik.

Investor cenderung menghindari aset berisiko dan beralih ke instrumen lindung nilai di tengah meningkatnya ketidakpastian.

Wall Street Ditutup Merah



Perdagangan saham di New York berakhir negatif dengan Nasdaq mencatat penurunan paling dalam. Indeks berbasis teknologi tersebut jatuh lebih dari satu persen.

Dow Jones dan S&P 500 juga melemah, menandai hari terburuk dalam dua pekan terakhir bagi sektor teknologi dan perangkat lunak.

Harga Bitcoin Tertekan Jauh dari Rekor

Bitcoin sempat menyentuh level terendah sejak kemenangan pemilu presiden AS pada akhir 2024. Aset kripto terbesar itu kemudian bergerak naik terbatas, namun masih jauh dari puncaknya.



Meski pemerintah Amerika Serikat menyuarakan kebijakan ramah kripto, harga bitcoin belum mampu keluar dari tren volatil dan tekanan jual yang berulang.

Emas dan Perak Jadi Pilihan Aman

Berbeda dengan kripto dan saham, emas dan perak mencatat lonjakan harga signifikan. Investor menilai logam mulia lebih aman di tengah gejolak ekonomi dan politik global.

Dalam jangka panjang, emas dinilai mengungguli bitcoin sebagai penyimpan nilai di masa ketidakpastian.

AI Picu Rotasi Investasi

Tekanan pada saham teknologi diperkuat kekhawatiran bahwa kecerdasan buatan dapat menggerus profitabilitas perusahaan perangkat lunak.

Pelaku pasar mulai memindahkan dana ke sektor lain yang dinilai lebih stabil, sementara saham-saham teknologi unggulan mengalami koreksi.

Ketegangan Global Perparah Volatilitas

Situasi geopolitik turut memperburuk sentimen pasar. Indeks volatilitas melonjak, mencerminkan meningkatnya rasa cemas di kalangan investor.

Harga minyak bergerak naik seiring eskalasi ketegangan internasional, sementara nilai tukar dolar AS cenderung melemah.

TAG:
Sumber:


Berita Lainnya