Tren Rocadoh Kian Ramai, Pajang CV Cari Jodoh di Mall Cukup Rp50 Ribu

Tren Rocadoh Kian Ramai, Pajang CV Cari Jodoh di Mall Cukup Rp50 Ribu

Ilustrasi cari jodoh--

Aktivitas window shopping di pusat perbelanjaan kini mendapat makna baru. Sejumlah pengunjung datang bukan untuk berbelanja, melainkan mencari pasangan hidup secara langsung.

Fenomena ini dikenal dengan sebutan Rocadoh atau Rombongan Cari Jodoh. Tren tersebut muncul sebagai pola baru interaksi sosial di mal, menyusul istilah lama Rojali yang merujuk pada pengunjung yang datang tanpa berbelanja.



Popularitas Rocadoh mencuat setelah gelaran Jodoh Market yang berlangsung di Green Sedayu Mall, Jakarta Barat, pada akhir Januari lalu. Acara tersebut menarik perhatian ratusan individu berstatus lajang dari berbagai latar belakang.

Berdasarkan keterangan pengelola, para peserta berkumpul di area atrium utama untuk mengikuti proses pencarian pasangan tanpa perantara aplikasi kencan digital. Seluruh proses dilakukan secara terbuka dan tatap muka.

Alternatif Bagi Pencari Pasangan yang Jenuh Aplikasi

Konsep yang ditawarkan Jodoh Market dinilai menjadi jawaban bagi masyarakat urban yang merasa kurang cocok dengan sistem aplikasi kencan berbasis algoritma. Di lokasi acara, peserta dapat menyeleksi calon pasangan melalui curriculum vitae yang dipajang.



Informasi dalam CV mencakup latar belakang pendidikan, pekerjaan, hingga kriteria pasangan yang diharapkan. Jika ditemukan kecocokan, pengelola akan membantu mempertemukan kedua belah pihak.

Dalam penjelasan tertulisnya, pengelola menyebut peserta bebas memilih CV yang menarik perhatian sebelum melanjutkan ke tahap perkenalan secara langsung.

Biaya Terjangkau, Mulai dari Rp50 Ribu

Untuk mengikuti layanan ini, peserta dikenakan biaya yang bervariasi sesuai paket yang dipilih. Nominal paling rendah memungkinkan peserta memasarkan profil diri di ruang publik mal.

  • Pajang CV: Rp50.000–Rp100.000
  • Paket Basic: Rp150.000
  • Paket Bundling: Rp250.000
  • Fast Track: Rp250.000

Skema tersebut dinilai cukup terjangkau, terutama bagi mereka yang ingin mencoba pendekatan baru dalam mencari pasangan hidup.

Mal Berubah Jadi Ruang Perantara Jodoh

Pada tahap awal, layanan ini dirancang untuk komunitas tertentu. Namun, seiring tingginya minat dari berbagai kalangan, pengelola memperluas segmentasi peserta secara lebih inklusif.

Pengelola menjelaskan bahwa respons positif dari masyarakat di luar target awal mendorong pembukaan layanan bagi publik secara umum.

Selain membantu para pencari pasangan, kehadiran acara ini juga berdampak pada meningkatnya kunjungan ke pusat perbelanjaan. Mal tidak hanya berfungsi sebagai ruang konsumsi, tetapi juga ruang interaksi sosial.

Ke depan, tren Rocadoh diperkirakan terus berkembang sebagai alternatif bagi masyarakat yang

Sumber:


BERITA TERKAIT

Berita Lainnya