unique visitors counter
⌂ Beranda Tren Isu LINK Video 5 Menit Ojol Samarinda Ramai, Diduga Hoaks Bermuatan Link Penipuan

Isu LINK Video 5 Menit Ojol Samarinda Ramai, Diduga Hoaks Bermuatan Link Penipuan

Isu LINK Video 5 Menit Ojol Samarinda Ramai, Diduga Hoaks Bermuatan Link Penipuan
Video
A A Ukuran Teks16px

Jagat media sosial dihebohkan dengan kabar beredarnya video berdurasi lima menit yang diklaim melibatkan pengemudi ojek daring di Samarinda, Kalimantan Timur. Narasi tersebut menyebar cepat, terutama di platform X, dan mencantumkan nama Iben sebagai pemeran.

Meski ramai diperbincangkan, penelusuran hingga 9 Februari 2026 tidak menemukan bukti yang menguatkan klaim tersebut. Informasi yang beredar justru mengarah pada dugaan berita bohong yang dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu.

Polisi Belum Terima Aduan

Polresta Samarinda belum mengeluarkan keterangan resmi terkait video sebagaimana yang dinarasikan di media sosial. Aparat juga belum menerima laporan dari pihak mana pun yang merasa dirugikan atas dugaan tersebut.

IN2

Pencarian di berbagai media kredibel pun tidak menemukan peristiwa yang sesuai dengan cerita viral itu. Fakta di lapangan menunjukkan tidak ada kejadian sebagaimana yang diklaim dalam unggahan-unggahan yang beredar.

Dalam beberapa waktu terakhir, komunitas pengemudi ojek daring di Samarinda justru lebih banyak muncul dalam kegiatan sosial dan aksi solidaritas, termasuk membantu aparat dalam berbagai persoalan keamanan.

Pola Umum Modus Phishing

Pengamat keamanan digital mengingatkan bahwa penggunaan judul sensasional disertai durasi spesifik kerap menjadi pola dalam modus penipuan daring. Rasa penasaran pengguna dimanfaatkan untuk mengarahkan mereka ke tautan tertentu.

in2

Link yang dibagikan biasanya membawa korban ke situs phishing yang bertujuan mencuri data pribadi, mulai dari akun media sosial hingga informasi perbankan. Ada pula yang mengarah pada situs judi daring atau pemasangan aplikasi berisiko.

Nama Iben yang terus muncul dalam berbagai cerita tanpa sumber jelas semakin memperkuat dugaan bahwa identitas tersebut hanya digunakan sebagai umpan untuk meningkatkan klik dan penyebaran.

Tidak Berkaitan dengan Kasus Lama

C
Tim Redaksi
Penulis: Claudya Editor:: Claudya
📰 Update Terbaru