Rating TV Pekan Ini 14 Februari 2026: SCTV dan Indosiar Kuasai Primetime, Trans7 Curi Perhatian dengan Konten Viral
By:
Maria Renata |
Sabtu
14-02-2026 /
11:27 WIB
Arisan-Instagram-
Persaingan industri pertelevisian Tanah Air kembali memperlihatkan dinamika menarik dalam rilis rating terbaru pekan ini. SCTV dan Indosiar tampil dominan di jajaran teratas dengan sederet program andalan yang menyentuh relung hati penonton, sementara Trans7 membuktikan kekuatan strategi konten digital dengan deretan tayangan yang sukses menembus jagat maya. Fenomena ini menggambarkan pergeseran selera pemirsa yang semakin menghargai kedalaman cerita sekaligus relevansi sosial dalam setiap tontonan.
Dominasi Sinetron Romantis di Puncak Rating
INDOSIAR membuka pekan dengan gemilang melalui dua program unggulan yang langsung menancapkan dominasi di posisi teratas. DA7 Mega Konser: Penuh Cinta yang menempati peringkat pertama bukan sekadar konser musik biasa, melainkan pertemuan emosional antara artis ternama dengan kisah cinta para penggemar yang diangkat ke panggung. Konsep hybrid ini—menggabungkan hiburan musikal dengan storytelling personal—ternyata menjadi formula jitu menarik penonton lintas generasi. Sementara di posisi kedua, Merangkai Kisah Indah memperkuat dominasi Indosiar dengan narasi keluarga yang sarat nilai moral, mengingatkan penonton pada pentingnya keutuhan hubungan dalam menghadapi badai kehidupan.
Tak mau kalah, SCTV menunjukkan kekuatan lini produksinya dengan empat program yang bertengger di jajaran sepuluh besar. Beri Cinta Waktu di peringkat ketiga menghadirkan premis menarik tentang kesabaran dalam membangun hubungan, sebuah pesan yang relevan di era serba instan. Di posisi keempat, Istiqomah Cinta menyentuh sensitivitas religius penonton dengan kisah cinta yang diuji kesetiaan dan prinsip hidup. Sementara Jejak Duka Diandra (peringkat keenam) dan Asmara Gen Z (peringkat ketujuh) menunjukkan kecermatan SCTV dalam segmentasi pasar—menyasar penonton dewasa yang menyukai drama emosional sekaligus generasi muda yang haus representasi kisah percintaan kontemporer.
Strategi Konten Trans7: Dari Layar Kaca ke Jagat Digital
Menariknya, Trans7 membuktikan bahwa keberhasilan rating tak lagi semata-mata diukur dari jumlah pemirsa tradisional. Empat programnya yang masuk daftar sepuluh besar—Arisan (peringkat kelima), Secret Story (kedelapan), P.O.V Pasti Obrolan Viral (kesembilan), dan Lapor Pak! (kesepuluh)—menunjukkan strategi konten yang cerdas: menggabungkan hiburan televisi dengan potensi viral di media sosial.
Arisan, yang kembali hadir dengan format segar, berhasil menghidupkan nostalgia penonton sekaligus menyuntikkan dinamika persahabatan modern yang penuh konflik dan kejutan. Sementara P.O.V Pasti Obrolan Viral menjadi bukti nyata adaptasi industri TV terhadap tren digital—program ini tak hanya ditonton di layar kaca, tetapi setiap episodenya memicu diskusi panas di Twitter dan TikTok berkat topik-topik yang disengaja untuk memantik interaksi publik. Lapor Pak!, meski berada di posisi buncit daftar, tetap menjadi andalan Trans7 dalam menyajikan hiburan edukatif yang menggabungkan unsur komedi dengan kritik sosial ringan terhadap fenomena keseharian masyarakat urban.
Analisis Perilaku Penonton: Mengapa Sinetron Masih Raja?
Data rating pekan ini mengungkap pola menarik dalam preferensi pemirsa Indonesia. Mayoritas program teratas masih didominasi sinetron dengan tema percintaan dan keluarga—bukti bahwa meski arus digital semakin deras, televisi konvensional tetap menjadi medium utama untuk storytelling emosional yang mendalam. Psikolog media Dr. Rini Susanti menjelaskan, "Di tengah ketidakpastian sosial ekonomi, penonton mencari pelarian yang familiar dan memberikan kepastian emosional. Sinetron romantis menyediakan narasi yang prediktif dengan happy ending yang meyakinkan—sebuah kenyamanan psikologis yang dibutuhkan banyak orang."
Namun, kehadiran program seperti P.O.V Pasti Obrolan Viral dan Secret Story menunjukkan evolusi selera penonton yang mulai menghargai konten dengan unsur interaktivitas dan misteri. Generasi Z dan milenial tak lagi puas menjadi penonton pasif; mereka ingin terlibat dalam narasi, mendebat plot di media sosial, bahkan memengaruhi arah cerita melalui engagement digital. Trans7 yang peka terhadap pergeseran ini berhasil menciptakan ekosistem hiburan yang melampaui batas layar kaca.
Proyeksi Industri: Menuju Konvergensi Konten Televisi-Digital
Tren rating pekan ini menjadi cerminan masa depan industri pertelevisian Indonesia yang tak lagi bisa berdiri sendiri. Stasiun televisi yang bertahan akan menjadi mereka yang mampu mengintegrasikan kekuatan storytelling tradisional dengan strategi distribusi digital. SCTV dan Indosiar telah menunjukkan keunggulan dalam produksi konten emosional berkualitas, sementara Trans7 membuktikan bahwa kelincahan beradaptasi dengan tren digital menjadi senjata ampuh merebut perhatian generasi muda.
Bagi produser konten, pesan yang jelas: penonton modern menginginkan lebih dari sekadar tontonan. Mereka mencari pengalaman—emosi yang tersentuh, topik yang bisa diperbincangkan, dan keterlibatan yang melampaui durasi tayang. Program yang hanya mengandalkan formula lama tanpa sentuhan relevansi sosial atau potensi viral akan kesulitan bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Editor:
Maria Renata
TAG:
Sumber:
Berita Lainnya
Terpopuler
Cara Urus NIB UMKM Untuk Pendaftaran Pangkalan Elpiji 3kg, Kebijakan Baru Penjualan LPG 3 Kilogram
- UPDATE Lowongan Kerja Terbaru Jawa Timur Januari 2025, Siapkan CV dan Persyaratan
- Daftar Nama Korban Kecelakaan Bus Rombongan Sekolah dari Bali di Kota Batu: Salah Satunya Ada Balita
- Lockheed Martin bantah rumor pembatalan kontrak Jet Tempur F-35: Itu adalah berita palsu
- Mengulas Mitos Kematian di Hari Selasa Kliwon Lewat Film Almarhum Dibintangi Ratu Sofya dan Rukman Rosadi Tayang 9 Januari 2025
Fokus
- UPDATE Lowongan Kerja Terbaru Jawa Timur Januari 2025, Siapkan CV dan Persyaratan
- Daftar Nama Korban Kecelakaan Bus Rombongan Sekolah dari Bali di Kota Batu: Salah Satunya Ada Balita
- Lockheed Martin bantah rumor pembatalan kontrak Jet Tempur F-35: Itu adalah berita palsu
- Mengulas Mitos Kematian di Hari Selasa Kliwon Lewat Film Almarhum Dibintangi Ratu Sofya dan Rukman Rosadi Tayang 9 Januari 2025