Operasi Epic Fury Tunjukkan Dominasi Teknologi AI dalam Serangan Presisi terhadap Ali Khamenei
drone--
Claude dan Kontroversi Etika AI
Model AI Claude yang dikembangkan Anthropic dipakai dalam jaringan tertutup militer untuk menyaring data intelijen tak terstruktur. Sistem ini menyusun ringkasan komunikasi tersadap, membaca dokumen rahasia, serta menyimulasikan skenario respons.
Perannya terbatas pada sintesis dan analisis, bukan pengendalian senjata secara langsung. Meski demikian, penggunaan AI dalam operasi militer memicu perdebatan etika di Amerika Serikat mengenai batasan teknologi dalam sistem persenjataan otomatis.
Algoritma Penentuan Sasaran
Optimalisasi daftar target merujuk pada pengalaman sistem militer Israel seperti The Gospel dan Lavender. Program tersebut menilai individu berdasarkan pola komunikasi, relasi sosial, dan pergerakan.
Setelah rekomendasi AI muncul, verifikasi manusia berlangsung singkat sebelum keputusan akhir diambil.
Drone Otonom dan Arsitektur A-GRA
Tahap akhir operasi melibatkan drone Cooperative Combat Aircraft yang dikembangkan perusahaan seperti Anduril dan Shield AI. Melalui sistem Lattice, kawanan drone dapat berbagi data ancaman dan menyesuaikan taktik secara kolektif.
Perangkat lunak Hivemind dan EdgeOS memungkinkan drone tetap beroperasi tanpa GPS maupun komunikasi satelit. Dengan standar modular A-GRA, sistem AI dalam drone dapat diganti saat penerbangan berlangsung.