Rating TV Terkini Hari ini 28 Februari 2026: Persib vs Madura Puncaki Puncak, Sinetron Religi Masih Kuasai Layar Kaca

Rating TV Terkini Hari ini 28 Februari 2026: Persib vs Madura Puncaki Puncak, Sinetron Religi Masih Kuasai Layar Kaca

Arisan-Instagram-

Dalam dinamasi industri pertelevisian Indonesia yang semakin kompetitif, pemantauan rating program televisi menjadi barometer penting untuk memahami preferensi penonton. Berdasarkan data terbaru dari lembaga riset televisi, berikut adalah analisis mendalam mengenai 10 besar program dengan rating tertinggi yang berhasil mencuri perhatian pemirsa tanah air. Tidak sekadar daftar angka, artikel ini mengupas tuntas fenomena di balik popularitas masing-masing tayangan, mulai dari euforia sepak bola hingga daya tarik sinetron religi yang tak pernah pudar.
 

Puncak Rating: Euforia Sepak Bola Nasional Masih Tak Terkalahkan

Posisi puncak daftar rating TV kali ini ditempati oleh INDOSIAR dengan siaran langsung pertandingan BRI Liga 1: Persib Bandung vs Madura United. Fenomena ini bukanlah hal yang mengejutkan bagi para pengamat industri hiburan. Sepak bola, khususnya kompetisi Liga 1, telah menjadi magnet kuat yang mampu menyatukan penonton dari berbagai kalangan.
 
Duel antara Persib Bandung yang memiliki basis suporter "Bobotoh" yang fanatik, melawan Madura United dengan karakter permainan yang agresif, menciptakan narasi pertandingan yang penuh tensi. Siaran langsung olahraga, terutama sepak bola, memiliki keunggulan unik: sifatnya yang real-time dan tidak terduga. Penonton tidak hanya menyaksikan pertandingan, tetapi juga merasakan emosi kolektif, mulai dari ketegangan menit-menit akhir hingga euforia gol penentu kemenangan. Hal inilah yang membuat program olahraga konsisten menjadi rating driver bagi stasiun televisi yang menyiarkannya.
 

Dominasi Sinetron: Kisah Cinta dan Nilai Religi Masih Jadi Favorit Keluarga

Di posisi kedua hingga keenam, dominasi genre sinetron dan program religi terlihat sangat kuat. INDOSIAR kembali hadir dengan "Merangkai Kisah Indah", sementara SCTV menempatkan empat programnya secara berurutan: "Istiqomah Cinta", "Beri Cinta Waktu", "Mengetuk Pintu Hati", dan "Para Pencari Tuhan Jilid 19".
 
Fenomena ini mencerminkan beberapa hal penting tentang selera penonton Indonesia. Pertama, sinetron dengan tema cinta, keluarga, dan perjuangan hidup masih menjadi tontonan utama, khususnya bagi pemirsa perempuan dan keluarga. Alur cerita yang dramatis, konflik yang relatable, serta pesan moral yang diselipkan, membuat penonton betah mengikuti kelanjutan ceritanya setiap hari.
 
Kedua, kehadiran "Para Pencari Tuhan Jilid 19" di posisi kesembilan membuktikan bahwa sinetron religi dengan pendekatan komedi-drama memiliki tempat khusus di hati masyarakat. Karya kreatif seperti ini berhasil mengemas nilai-nilai keislaman dengan bahasa populer, ringan, namun tetap menyentuh, sehingga dapat diterima oleh penonton dari berbagai usia dan latar belakang.
 

Program Hiburan dan Talkshow: Menawarkan Alternatif Segar

Tidak semua posisi diisi oleh drama atau olahraga. INDOSIAR juga mencatatkan program "Shihab & Shihab" di posisi keempat. Talkshow yang dipandu oleh cendekiawan muda, Hanan Attaki dan Fahmi Aqil, ini menawarkan konten keagamaan dengan gaya diskusi yang santai, relevan dengan isu kekinian, dan dikemas secara visual menarik. Keberhasilannya masuk 5 besar menunjukkan adanya permintaan yang tinggi terhadap konten religi yang informatif namun tidak menggurui, terutama di kalangan penonton muda dan urban.
 
Sementara itu, TRANS 7 hadir dengan program "Arisan" di posisi kedelapan. Program hiburan yang mengangkat kisah-kisah inspiratif dari masyarakat biasa ini membuktikan bahwa konten human interest dengan produksi berkualitas tetap mampu bersaing. Format yang menghibur sekaligus menyentuh hati menjadi kunci daya tariknya.
 

Nostalgia dan Animasi Lokal: MNCTV Pertahankan Pasar Spesifik

MNCTV menempatkan satu-satunya wakilnya, "Entong", di posisi ketujuh. Serial animasi lokal yang mengangkat cerita petualangan anak Betawi ini memiliki basis penggemar setia, terutama di kalangan anak-anak dan keluarga. Keberadaan "Entong" di daftar rating tinggi menunjukkan bahwa pasar untuk konten animasi lokal yang edukatif dan menghibur masih sangat potensial. Ini menjadi sinyal positif bagi industri kreatif dalam negeri untuk terus berinovasi menciptakan karakter dan cerita khas Indonesia.
 
Sedangkan SCTV menutup daftar 10 besar dengan "Lorong Waktu", sebuah program yang mengusung nuansa nostalgia. Baik sebagai sinetron religi klasik maupun dalam format baru, judul ini memiliki brand equity yang kuat di ingatan penonton. Strategi menghidupkan kembali warisan budaya pop (revival) seperti ini sering kali efektif menarik penonton lama sekaligus memperkenalkan cerita kepada generasi baru.
 

Analisis Tren: Apa yang Dicari Penonton Televisi Indonesia?

Berdasarkan komposisi daftar rating ini, beberapa tren utama dapat diidentifikasi:
 
  1. Konten Live Event Tetap Raja: Siaran langsung olahraga, terutama sepak bola, memiliki daya pikat yang sulit ditandingi program prerecorded.
  2. Religi dan Drama adalah Kombinasi Emas: Sinetron yang memadukan unsur cinta, keluarga, dan nilai-nilai keagamaan konsisten menjadi pilihan utama penonton prime time.
  3. Format Talkshow Religi Modern Berkembang: Penonton, khususnya generasi muda, merespons positif konten keagamaan yang dikemas dengan gaya diskusi kontemporer dan visual menarik.
  4. Konten Lokal dan Nostalgia Memiliki Pasar Setia: Animasi lokal seperti "Entong" dan program bernuansa nostalgia seperti "Lorong Waktu" membuktikan bahwa cerita khas Indonesia selalu punya tempat.
  5. Konsistensi Stasiun Televisi: SCTV dan INDOSIAR mendominasi daftar dengan strategi pemrograman yang kuat di genre sinetron dan olahraga, sementara TRANS 7 dan MNCTV berhasil merebut perhatian dengan program unggulan yang spesifik.
 

Implikasi bagi Industri dan Penonton

Bagi industri pertelevisian, data rating ini bukan sekadar angka, melainkan peta navigasi untuk pengambilan keputusan strategis. Mulai dari akuisisi hak siar, pengembangan konten original, hingga penentuan time slot yang tepat. Kolaborasi antara data kuantitatif rating dan pemahaman kualitatif terhadap selera penonton menjadi kunci kesuksesan.
 
Di sisi lain, bagi penonton, keragaman program dalam daftar rating ini sebenarnya mencerminkan kekayaan pilihan. Dari euforia stadion, kisah cinta yang mengharu biru, diskusi keagamaan yang mencerahkan, hingga animasi penuh petualangan, layar kaca Indonesia menawarkan sesuatu untuk hampir semua selera.
 
TAG:
Sumber:


Berita Lainnya