Pakistan, yang berperan sebagai mediator utama, menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Iran dapat memfinalisasi kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah dalam waktu 24 jam.
Pernyataan ini disampaikan pada Sabtu (13/6/2026) di tengah optimisme kedua belah pihak.
>>> Kemensos dan KPTDP Rumuskan Kriteria Kelayakan Penerima Bansos
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menulis di X bahwa negosiasi damai belum pernah sedekat ini sebelumnya.
Ia mengatakan finalisasi diperkirakan terjadi dalam 24 jam ke depan, disusul penandatanganan elektronik dan pembicaraan teknis pekan depan.
Optimisme dan Perbedaan Pandangan
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menyatakan bahwa nota kesepahaman Islamabad belum pernah sedekat ini. Namun, kedua pihak masih mengeluarkan informasi yang bertentangan mengenai isi kesepakatan.
Teheran menekankan haknya untuk memperkaya uranium dan mengendalikan Selat Hormuz, yang bertentangan dengan garis merah Washington.
Selat Hormuz merupakan jalur perdagangan maritim utama minyak dan gas, namun diblokade Iran sejak perang meletus.
AS merespons dengan blokade pelabuhan Iran untuk menekan ekspor energi.
Bentrokan baru terjadi di selat pada Sabtu, dengan AS mengklaim menembak jatuh beberapa drone Iran yang menargetkan kapal komersial.
Presiden AS Donald Trump membantah bahwa kesepakatan yang difinalisasi menguntungkan Iran. Ia menyebut persyaratan yang bocor tidak ada hubungannya dengan apa yang disepakati secara tertulis.
>>> Spacex Melonjak 25% di Debut Wall Street, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama
Araghchi meminta kehati-hatian dan mengatakan belum bisa dipastikan pemahaman telah tercapai hingga semua isu disepakati. Ia mengungkapkan kesepakatan mencakup pencabutan blokade laut AS dan perubahan administrasi selat.
Menurut Araghchi, uranium yang diperkaya Iran harus diencerkan di dalam negeri. Kesepakatan akan ditandatangani secara jarak jauh, dan Swiss telah mengusulkan penandatanganan di negaranya.
Skeptisisme di Teheran
Di jalanan Teheran, warga skeptis kesepakatan akan terwujud. Seorang warga bernama Saeed Sadeghi mengatakan tidak percaya akan ada kesepakatan dalam waktu dekat.
Warga lain di Tonekabon bernama Ali berpendapat baik ada kesepakatan maupun tidak, rakyat Iran akan menderita.
Media Iran juga terbelah. Surat kabar reformis Etemad menyambut kemajuan sebagai cara memecah kebuntuan geopolitik dan ekonomi kronis.
Namun, surat kabar ultra-konservatif Kayhan mengatakan pengendalian Hormuz adalah leverage Iran yang harus dipertahankan.
Perang dimulai pada akhir Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran, menewaskan pemimpin tertinggi Ali Khamenei.
>>> Kesepakatan Iran Hampir Tercapai, Penandatanganan dalam Beberapa Hari
Jenazahnya akan dimakamkan pada 9 Juli di kota kelahirannya, Mashhad, setelah ditunda akibat perang.
