Memasuki musim kemarau, banyak orang justru mengeluhkan semakin banyak nyamuk di sekitar rumah. Padahal, banyak yang mengira jumlah nyamuk akan berkurang saat kemarau.
Fenomena ini ternyata berkaitan dengan kondisi lingkungan dan kenaikan suhu. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyebut musim panas merupakan waktu ideal bagi nyamuk untuk berkembang biak.
Penyebab Nyamuk Meningkat Saat Kemarau
Meski curah hujan rendah, genangan air di sekitar rumah tetap ada. Air yang tergenang saat kemarau cenderung lebih tenang dan tidak banyak berguncang.
Kondisi tersebut membuat nyamuk Aedes Aegypti lebih mudah berkembang biak. Nyamuk merasa nyaman saat meletakkan telur-telurnya karena minim gangguan.
Bahkan, telur nyamuk Aedes Aegypti mampu bertahan dalam kondisi kering selama berbulan-bulan. Proses telur menetas menjadi nyamuk dewasa hanya butuh waktu sekitar 7-10 hari.
Untuk mengusir nyamuk, pastikan tidak ada genangan air di sekitar rumah. Gunakan lotion anti nyamuk dan pasang kelambu saat tidur.
