unique visitors counter
⌂ Beranda News Iran Balas Ancaman Trump soal Selat Hormuz: Akan Tetap Milik Iran

Iran Balas Ancaman Trump soal Selat Hormuz: Akan Tetap Milik Iran

Iran Balas Ancaman Trump soal Selat Hormuz: Akan Tetap Milik Iran
Iran Balas Ancaman Trump soal Selat Hormuz: Akan Tetap Milik Iran
A A Ukuran Teks16px

Teheran merespons pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengklaim akan segera menjadikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menegaskan bahwa selat tersebut akan tetap menjadi bagian dari Iran.

>>> Gempa M 7,7 di Nagekeo: Satu Tewas, BNPB Terjunkan Helikopter

Dalam unggahan di X, Gharibabadi menulis, "Selat Hormuz telah menjadi milik Iran, sedang milik Iran, dan akan tetap milik Iran."

Ia menambahkan bahwa selat itu hanya akan ditutup dan dibuka di bawah komando Iran.

Pernyataan ini muncul setelah Trump berbicara dalam sebuah rapat umum politik di New York pada Jumat (15/8/2026).

Ia mengatakan bahwa setelah AS mengalahkan Iran, "sebentar lagi saya akan menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat."

Trump juga menambahkan, "Itu benar."

Namun, seorang pejabat Gedung Putih yang tidak disebutkan namanya kemudian mengklarifikasi bahwa pernyataan Trump hanyalah lelucon, seperti dilaporkan Wall Street Journal.

Serangan di Selat Hormuz Berlanjut

Sementara diplomasi antara kedua negara yang berseteru selama puluhan tahun ini masih buntu, serangan di Selat Hormuz terus berlanjut.

Hal ini menyoroti risiko yang masih mengancam pelayaran regional.

Perusahaan minyak raksasa milik Uni Emirat Arab, ADNOC, mengumumkan pada Sabtu bahwa salah satu kapalnya diserang pada malam sebelumnya.

Pada Jumat, negara Teluk itu menuduh Iran melakukan serangan terhadap dua kapal lain yang terkait dengan ADNOC saat melintasi selat tersebut.

>>> Bareskrim Bongkar Jaringan Judol Kamboja, Transaksi Capai Rp890 Miliar

Serangan-serangan ini menyebabkan runtuhnya gencatan senjata April antara AS dan Iran.

Selain itu, sekutu Houthi Iran di Yaman juga mendeklarasikan blokade maritim paralel terhadap pelabuhan-pelabuhan Saudi di Laut Merah, satu-satunya jalur maritim lain bagi raksasa pengekspor minyak itu.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru
stikibot