Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping mencapai kesepakatan pengurangan tarif timbal balik senilai US$30 miliar atau sekitar Rp531 triliun.
Kesepakatan itu dicapai saat kunjungan Xi Jinping ke Washington pada akhir September 2026, menurut pengumuman Kementerian Luar Negeri China.
Kesepakatan tersebut mencakup pembentukan dewan perdagangan serta perpanjangan gencatan senjata perang dagang selama dua bulan hingga 10 November.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan perpanjangan itu memberi waktu tambahan untuk menyelesaikan perundingan lebih lanjut.
Kerja Sama Batu Bara dan Dialog AI
Kementerian Perdagangan China menyebut kesepakatan pengurangan tarif juga mencakup impor batu bara dari AS.
Impor itu akan dimasukkan dalam kerangka pengurangan tarif timbal balik sesuai prinsip US$30 miliar untuk US$30 miliar.
Kementerian Perdagangan China berharap kerja sama di sektor batu bara terus diperdalam demi keuntungan bersama dan hasil yang memenuhi kepentingan kedua pihak.
Kerja sama batu bara diproyeksikan meningkatkan pasokan batu bara dari AS ke China pada 2027 dan 2028.
Langkah itu juga disebut memberi pendapatan dan lapangan kerja bagi industri batu bara AS serta mendukung stabilitas perdagangan bilateral.
Di aspek lain, kedua negara sepakat mengadakan dialog mengenai risiko dan manfaat kecerdasan buatan atau AI.
Putaran diskusi selanjutnya dijadwalkan pada November 2026.
China dan AS juga berkomitmen saling mendukung dalam penyelenggaraan pertemuan para pemimpin APEC dan KTT G20 yang akan datang.
Keduanya sepakat bahwa Iran harus memenuhi komitmen tidak mengembangkan senjata nuklir dan menolak pengenaan bea transit di jalur perairan internasional.
Xi Jinping melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat pada 23-25 September 2026 atas undangan Trump.
Pembicaraan berlangsung secara intensif selama kunjungan tersebut.
