Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mendesak operasi pengangkatan KM Virgo Transport 8 segera dilakukan di Jogja.
Kapal tersebut sudah menyentuh dasar laut dan dalam kondisi terbalik, sehingga proses pengangkatan memerlukan penanganan khusus.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii menjelaskan kapal KM Virgo memiliki ukuran panjang hampir 120 meter, lebar 21 meter, dan tinggi sekitar 18 meter.
Kondisi kapal yang terbalik dan menyentuh tanah laut menjadi faktor kesulitan utama dalam operasi pengapungan.
Syafii menyatakan pihaknya membuka kemungkinan melibatkan negara lain dengan kemampuan teknis dalam proses pengapungan kapal sebelum dilakukan penarikan.
Setelah kapal diapungkan dan dipasangi belt di kedua sisi, proses penarikan diperkirakan tidak memakan waktu lama.
"Yang kita lihat kondisi kapal panjangnya hampir 120 m, lebarnya 21 m dengan tinggi kira-kira 18 m dalam kondisi kebalik dan dia juga sudah menyentuh tanah.
Mungkin ini juga ada faktor-faktor kesulitan sendiri sehingga tidak semudah itu langsung bisa diapungkan kemudian dibalik," ujar Syafii seusai pembukaan forum SAR di Jogja.
"Untuk proses pengapungan juga kita kemarin sempat komunikasi mungkin akan melibatkan negara yang memiliki kemampuan itu," tambahnya.
Syafii membandingkan durasi operasi salvage dengan kasus kapal pesiar besar yang bisa memakan waktu hingga tiga tahun.
Namun jika kapal lebih kecil, proses pembalikan bisa dilakukan dalam waktu singkat.
"Contoh kecelakaan kapal pesiar Concordia, Italia kalau tidak salah. Ternyata proses salvaging karena itu memang kapal pesiar membutuhkan waktu sampai 3 tahun.
Tapi kalau kapal itu kecil mungkin 1 hari bisa langsung dibalik," jelasnya.
Menurut Syafii, kewenangan operasi salvage berada pada perusahaan asuransi pelayaran P&I.
Ia mendesak operasi salvage dilaksanakan secepat mungkin karena di dalam kapal masih terdapat korban yang harus dievakuasi.
"Karena kita tahu di dalam kapal masih ada korban, kita meminta bahwa amanah undang-undang itu bisa dilaksanakan secepat-cepatnya," kata Syafii.
"Dengan harapan untuk bisa kita laksanakan evakuasi atau pencarian dan evakuasi seluruh korban yang berada dalam kapal," lanjutnya.
Syafii menambahkan bahwa perusahaan asuransi sudah kooperatif sejak awal dan telah melakukan observasi.
Berdasarkan observasi tersebut, operasi salvage dinyatakan memungkinkan untuk dilakukan.
"Setelah diobservasi, kita fasilitasi waktu itu, dari pihak asuransi untuk melihat kondisi dan dipastikan asuransi bisa untuk melakukan tindakan salvage," ujar Syafii.
"Entah itu nanti akan ditarik atau dibalik dulu baru yang pasti diapungkan dulu, apakah langsung ditarik atau dibalikkan dan itu yang sedang kita dorong untuk bisa segera dilaksanakan.
Sehingga kita yakinkan bahwa di dalam kapal ini mudah-mudahan seluruh korban bisa kita evakuasi," tambahnya.
Selain itu, Basarnas terus melanjutkan operasi pencarian korban dengan penyelaman meski arus laut di lokasi operasi tidak bersahabat, sebagai bagian dari upaya evakuasi seluruh korban dari KM Virgo Transport 8.
