unique visitors counter
⌂ Beranda News Pencarian Fisik Dihentikan, Basarnas Pantau 8 Korban Hilang
News

Pencarian Fisik Dihentikan, Basarnas Pantau 8 Korban Hilang

Operasi pencarian dan pertolongan Basarnas di perairan Selat Sunda
A A Ukuran Teks16px
IN ARTICLE 1

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) membuka peluang pencarian delapan korban hilang di Selat Sunda, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, untuk dilanjutkan.

Operasi SAR terhadap delapan orang hilang, yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal speedboat Arupadhatu I, dihentikan setelah berlangsung sepuluh hari pada Kamis, 17 September 2026.

Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, menegaskan penghentian operasi pencarian fisik bukan berarti pemantauan terhadap kedelapan korban berhenti total.

"Kami akan lakukan pemantauan melalui BTS, termasuk dari Lanal, Polairud, termasuk kapal yang melintas di perairan Selat Sunda ini akan menjadi ujung tombak kami," kata Amrad dalam jumpa pers di Dermaga Marina Carita, Kamis, 17 September 2026.

Hasil Operasi Sepuluh Hari

Selama operasi pencarian, 523 personel SAR gabungan dikerahkan menyisir area seluas 8.509 nautical mile persegi.

Namun, operasi tersebut tidak berhasil menemukan tanda-tanda keberadaan para korban.

Hasil verifikasi Ditpolairud Polda Banten terhadap 13 material terapung yang sempat ditemukan selama operasi juga memastikan seluruhnya tidak berkaitan dengan speedboat Arupadhatu I.

Usai penutupan resmi, Gubernur Banten, Andra Soni, tim SAR gabungan, dan warga menggelar doa bersama di hadapan foto kedelapan penumpang yang hilang kontak sejak meliput Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026.

"Pihak Basarnas tadi telah menyampaikan karena sudah tidak efektif dalam pelaksanaan pencarian, maka operasi SAR ini oleh pihak yang memiliki kewenangan dihentikan," ujar Andra.

📰 Update Terbaru