Ratusan warga memadati kawasan Dermaga Pantai Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada hari ke-10 operasi pencarian rombongan jurnalis yang hilang di Selat Sunda, Kamis, 17 September 2026.
Mereka berdatangan sejak siang hingga sore untuk menyaksikan langsung pergerakan kapal SAR dan memantau informasi terbaru dari petugas di lapangan.
Tidak hanya warga lokal, sejumlah kerabat dan rekan sejawat para korban turut hadir dengan raut wajah cemas sambil memanjatkan doa.
"Kami ingin tahu perkembangan hasil pencarian hari ke-10 ini karena salah satu korban merupakan suami dari teman saya," kata Fitri, salah seorang pengunjung dermaga.
Harapan dan Doa untuk Korban yang Belum Ditemukan
Suasana haru menyelimuti area dermaga ketika warga yang berkumpul secara spontan mendoakan keselamatan lima jurnalis dan tiga ABK yang belum ditemukan.
"Mudah-mudahan para korban bisa segera ditemukan. Kami mendoakan agar keluarga korban selalu diberikan kesabaran dan ketabahan," ujar Fitri penuh harap.
Hingga berita ini diterbitkan, Tim SAR Gabungan masih memaksimalkan penyisiran di perairan terbuka Selat Sunda untuk melacak keberadaan speedboat Arupadhatu 1.
Kehadiran warga di dermaga menjadi bentuk solidaritas sekaligus perhatian publik terhadap operasi pencarian yang telah berlangsung sepuluh hari.
Mereka mengikuti setiap pergerakan kapal SAR dari tepi pantai, berharap ada kabar baik dari laut yang segera tersiar.
Kerabat dan rekan sejawat korban yang menunggu di lokasi juga terus memanjatkan doa agar lima jurnalis dan tiga ABK dapat ditemukan.
Tim SAR Gabungan belum menghentikan penyisiran di perairan terbuka Selat Sunda, dan hingga berita ini diterbitkan belum ada informasi resmi mengenai hasil pencarian hari ke-10.
