Penjualan Galaxy Z Fold8 di Korea Selatan dilaporkan naik sekitar 10% secara mingguan setelah Apple memperkenalkan iPhone Duo.
Laporan tersebut berasal dari publikasi Korea, The Chosun, yang menyebut sebagian konsumen sempat menunda pembelian untuk melihat terlebih dahulu apa yang ditawarkan Apple.
iPhone Duo baru akan tersedia pada akhir Oktober, sementara Galaxy Z Fold8 sudah bisa dibeli sekarang.
Ketersediaan lebih awal itu disebut menjadi salah satu alasan konsumen memilih perangkat lipat Samsung.
Selisih harga jadi faktor utama
Selain waktu ketersediaan, perbedaan harga menjadi faktor besar dalam keputusan pembelian di Korea.
Di Amerika Serikat, Galaxy Z Fold8 varian 256GB dijual seharga $1.900, sedangkan iPhone Duo varian yang sama dibanderol $2.000 atau sekitar 5% lebih mahal.
Di Eropa, jarak harganya lebih lebar, yaitu €2.000 untuk Galaxy Z Fold8 dan €2.300 untuk iPhone Duo, selisih sekitar 15%.
Namun, perbedaan harga di Korea jauh lebih besar dibandingkan kedua pasar tersebut.
Galaxy Z Fold8 versi dasar dijual seharga KRW 2,28 juta, sementara iPhone Duo dibanderol KRW 3,29 juta.
Selisihnya mencapai sekitar 44%, angka yang disebut membuat konsumen Korea tidak terlalu terkesan dengan perangkat lipat pertama Apple.
Sebagai catatan tambahan, varian 2TB iPhone Duo menjadi ponsel pertama yang menembus harga KRW 5 juta, tepatnya KRW 5,09 juta.
Faktor lain yang disebut memengaruhi preferensi konsumen adalah ukuran dan bobot perangkat.
iPhone Duo memiliki ketebalan 11,3mm dan bobot 254g, sedangkan Galaxy Z Fold8 lebih ramping dengan ketebalan 9,7mm dan bobot 201g.
Meski memiliki sejumlah fitur menarik, iPhone Duo dinilai belum menyelesaikan masalah terbesar perangkat lipat, termasuk soal harga.
