Basarnas menyiapkan sejumlah kendaraan khusus untuk menunjang operasi pencarian dan penyelamatan atau Search and Rescue (SAR).
Armada tersebut mencakup mobil komunikasi Ground to Air, truk pengangkut drone, dan truk ATV amfibi.
Kepala Seksi Pemeliharaan Sarana Laut dan Darat Basarnas, Arigianto, menjelaskan peran masing-masing kendaraan saat kunjungan ke markas Basarnas pusat.
Menurutnya, setiap unit memiliki peruntukan tersendiri agar tugas tim penyelamat berjalan lancar.
Fungsi Tiga Kendaraan Khusus Basarnas
Mobil Ground to Air berbasis pikap dengan antena komunikasi besar di atap berfungsi sebagai stasiun komunikasi bergerak.
Di dalam kabinnya terdapat perangkat radio taktis untuk menghubungkan tim darat dengan pilot helikopter di udara maupun kapten kapal pencari di laut.
Arigianto menyebut perangkat tersebut memungkinkan petugas memantau pergerakan kendaraan secara real-time.
Dukungan komunikasi ini membantu koordinasi antarunsur dan mengurangi keterlambatan informasi.
Selain itu, Basarnas memiliki truk pengangkut drone atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) berukuran sedang.
Truk ini dilengkapi kompartemen khusus dengan sistem pengikat presisi untuk menjaga posisi drone selama perjalanan.
Beberapa perangkat yang dapat diangkut antara lain Swiss Drone dan drone dengan teknologi Vertical Take-Off and Landing (VTOL).
Arigianto menjelaskan drone SAR berukuran besar membutuhkan truk khusus dengan bracket pengikat agar tidak goyang atau rusak saat mobilitas menuju lokasi bencana.
Untuk menjangkau wilayah bergerak sulit, Basarnas menyiapkan Truk ATV yang membawa kendaraan segala medan.
Truk tersebut mampu mengangkut dua unit ATV amfibi sekaligus.
ATV amfibi dirancang untuk digunakan di lintasan darat maupun perairan, termasuk melewati jalur berlumpur dan medan terjal.
Kendaraan ini juga dapat mengapung dan bergerak di atas permukaan air.
Dengan pembagian tugas tersebut, mobil Ground to Air menangani kebutuhan komunikasi, truk pengangkut drone membawa perangkat pengawasan udara, dan Truk ATV mendukung mobilitas melalui kendaraan amfibi.
Keberagaman armada ini menunjukkan penanganan bencana dan kecelakaan memerlukan sarana yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan.
