Materi personal branding menjadi topik penting dalam orientasi PPPK. Berikut hal yang dipelajari dari materi ini beserta contoh pelajaran yang bisa diterapkan di lingkungan kerja.
Peserta orientasi PPPK biasanya diminta menjawab dua hal: apa yang dipelajari dari materi personal branding, dan pelajaran apa yang diterapkan di lingkungan kerja. Jawabannya dituntut berupa tindakan konkret, bukan sekadar definisi.
Personal Branding ASN Bukan Soal Popularitas
Di lingkungan pemerintahan, personal branding bukan mengejar popularitas di media sosial. ASN dikenal melalui kompetensi, kejujuran, disiplin, dan kualitas pelayanan publik. Reputasi dibangun dari perilaku yang konsisten, bukan dari penampilan atau promosi diri semata.
Materi ini berkaitan erat dengan nilai inti ASN BerAKHLAK: Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
Apa Kata BKN dan Para Narasumber
Mengutip publikasi BKN, personal branding merupakan bagian dari peningkatan citra positif profesi ASN. Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh dalam webinar 4 Februari 2025 menyampaikan profesi ASN perlu dikenal publik secara menyeluruh, terutama kinerjanya, sehingga branding profesi ASN perlu ditingkatkan, mencakup personal, organizational, dan product branding.
Yunus Triyonggo, narasumber pelatihan Personal Branding ASN di BPSDM Hukum dan HAM pada Oktober 2024, menegaskan personal branding bukan hanya citra, melainkan nilai dan integritas yang dipegang teguh. Reputasi profesional berawal dari karakter dan tindakan nyata.
Contoh Jawaban: Apa yang Dipelajari
Dari materi ini, peserta belajar bahwa citra positif dibangun lewat integritas, kompetensi, disiplin, dan konsistensi. PPPK diajak mengenali kelebihan dan kekurangan diri, meningkatkan kemampuan, menjaga etika komunikasi, serta menunjukkan tanggung jawab. Citra diri bertumpu pada kemampuan dan perilaku yang dapat dipertanggungjawabkan, misalnya disiplin yang diwujudkan dengan datang tepat waktu, menyelesaikan pekerjaan sesuai target, dan mematuhi aturan.
Contoh Penerapan di Lingkungan Kerja
Pelajaran yang dapat diterapkan antara lain membiasakan diri disiplin, jujur, bertanggung jawab, dan berorientasi pelayanan. Contoh konkretnya: datang tepat waktu, membuat laporan kerja yang akurat, menyelesaikan pekerjaan sesuai tenggat, berkomunikasi dengan santun, memberi solusi sesuai kewenangan, membantu rekan kerja, melayani kebutuhan publik dengan ramah, mengikuti pelatihan, terbuka terhadap kritik, dan melakukan evaluasi diri secara berkala.
Aspek komunikasi, kerja sama, dan etika bermedia sosial juga ditekankan: menyampaikan informasi dengan jelas, menghormati rekan, menjaga data rahasia, dan menghindari tindakan yang dapat merusak kepercayaan publik. Dengan begitu, reputasi lahir dari kualitas kerja dan pelayanan yang bermanfaat, bukan pencitraan semata.