Jumlah penonton film Indonesia menurun, tetapi jumlah film yang diproduksi justru bertambah. Ketimpangan inilah yang disoroti sineas Angga Sasongko lewat data Bicara Box Office.
Angga, pendiri Visinema Pictures, memaparkan angka yang memperlihatkan jurang antara pasokan film dan daya serap penonton dalam beberapa tahun terakhir.
Penonton Naik, Lalu Turun
Penonton film Indonesia tercatat 16 juta pada 2019, melonjak menjadi sekitar 80 juta pada 2024, lalu turun ke 53 juta pada 2025. Sementara itu, jumlah produksi bergerak berlawanan: 149 judul pada 2019, 194 judul pada 2024, dan 199 judul pada 2025.
Artinya, semakin banyak film yang diproduksi, tetapi penonton yang tersedia untuk menontonnya justru menyusut dari puncaknya.
Hanya Sedikit yang Benar-benar Meledak
Data tersebut juga menunjukkan konsentrasi penonton pada segelintir judul. Hanya 5 judul pada 2024 dan 3 judul pada 2025 yang mencapai 5 juta penonton. Adapun yang mencapai 1 juta penonton tercatat 12 judul pada 2024 dan 8 judul pada 2025.
Angga memproyeksikan penonton tahunan akan berada di angka 40 juta pada 2027 dan 30 juta pada 2030. Menurutnya, jawaban atas tren ini adalah pengembangan kekayaan intelektual yang lebih kuat, pemasaran yang lebih baik, strategi rilis yang lebih luas, dan produksi yang berbasis data.
