Praktik penjualan di Apple Store menjadi sorotan setelah investigasi independen mengungkap dugaan aktivasi langganan berbayar tanpa persetujuan jelas dari pembeli.
Laporan tersebut menyebut staf gerai ritel diduga memanfaatkan akses sistem kasir internal untuk mendaftarkan konsumen ke program free trial layanan Apple.
Akibatnya, banyak pelanggan tidak menyadari akan ditagih biaya berulang setelah masa uji coba berakhir.
Modus Hadiah dan Celah Sistem Kasir
Temuan ini pertama kali diangkat oleh pegiat hak perbaikan perangkat dan YouTuber Louis Rossmann melalui wawancara dengan mantan karyawan serta konsumen yang dirugikan.
Menurut bukti dan kesaksian yang dihimpun, modus utamanya adalah mengemas uji coba gratis seolah-olah sebagai bonus atau hadiah langsung dari pembelian perangkat.
Staf toko diduga mendaftarkan paket layanan seperti Apple One, Apple Music, Apple Fitness, hingga Apple Creator Studio tanpa menegaskan adanya perpanjangan otomatis berbayar.
Salah satu kasus dialami pembeli berinisial N4 yang membeli unit Mac Mini.
Saat memproses pembayaran di kasir, karyawan meminta otorisasi akun Apple melalui sistem verifikasi toko dan sempat menyebut bonus tiga bulan Apple Creator Studio secara sepintas.
Namun, pembeli mengaku tidak pernah memberikan persetujuan eksplisit untuk berlangganan.
Hanya 13 detik setelah resi pembayaran Mac Mini terbit, email konfirmasi langganan Apple Creator Studio masuk ke akun pembeli.
Tagihan otomatis sebesar Rp230 ribuan ($12.99) per bulan telah dijadwalkan tepat setelah masa uji coba habis.
Ketika unit Mac Mini dikembalikan ke toko untuk pengembalian dana, sistem tidak membatalkan langganan tersebut secara otomatis.
Investigasi ini menyoroti celah prosedural pada aplikasi kasir internal Apple yang dikenal dengan nama Connect and Personalise.
Perangkat genggam yang dipegang spesialis penjualan memungkinkan mereka memilih paket uji coba secara langsung saat transaksi berlangsung.
Secara aturan resmi, pelanggan seharusnya membaca dan menyetujui lembar kesepakatan penagihan di layar pembeli.
Namun pada praktiknya, beberapa staf diduga menekan tombol persetujuan tersebut atas nama konsumen untuk mempercepat proses registrasi.