unique visitors counter
⌂ Beranda News Keluarga Korban Selat Sunda Tabur Bunga di Pantai Pagedongan
News

Keluarga Korban Selat Sunda Tabur Bunga di Pantai Pagedongan

Keluarga korban menggelar tabur bunga di Pantai Pagedongan, Carita, Pandeglang.
A A Ukuran Teks16px

Isak tangis pecah saat keluarga lima jurnalis dan tiga kru speedboat Arupadhatu 1 menggelar tabur bunga di Pantai Pagedongan, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Jumat, 18 September 2026.

Prosesi itu menjadi penanda mereka berpamitan meninggalkan kawasan Carita setelah 11 hari memendam harapan di dermaga.

Aksi simbolis tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan doa usai Tim SAR Gabungan resmi menghentikan operasi pencarian fisik selama sepuluh hari yang tak membuahkan hasil.

Rombongan Hilang Kontak saat Meliput Gunung Anak Krakatau

Rombongan dilaporkan hilang kontak saat hendak meliput Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026.

Mereka terdiri dari M.

Bagus Khoerunnas (Antara), Arie Basuki (Merdeka), Yudhistiro Pranoto (iNews), Firdaus Jaidi (Anadolu), Donal (freelance), serta kru kapal Warta, Surakman, dan Heriyanto.

Sebagian keluarga korban, termasuk kerabat Yudhistiro Pranoto, turut berlayar menabur bunga ke tengah perairan Selat Sunda menggunakan KN SAR Tetuka dari Pelabuhan Ciwandan.

Sementara keluarga M. Bagus Khoerunnas memilih melakukan prosesi tabur bunga di tepi Pantai Pagedongan, titik awal keberangkatan kapal tersebut.

"Tabur bunga ini menjadi penguat dan doa kami sebelum kembali ke rumah, meski dalam hati kecil kami masih menyimpan harapan mereka bisa ditemukan," ujarnya.

Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, menegaskan penutupan posko utama bukan berarti pemantauan terhadap kedelapan korban di perairan Selat Sunda terhenti total.

Basarnas telah menginstruksikan seluruh kapal niaga maupun kapal nelayan yang melintas di Selat Sunda untuk segera melapor jika mendapati petunjuk atau tanda-tanda keberadaan korban.

📰 Update Terbaru