unique visitors counter
⌂ Beranda News MSCI Pertahankan Pembekuan Pasar RI, BREN dan DSSA Terancam Keluar dari Indeks

MSCI Pertahankan Pembekuan Pasar RI, BREN dan DSSA Terancam Keluar dari Indeks

MSCI Pertahankan Pembekuan Pasar RI, BREN dan DSSA Terancam Keluar dari Indeks
kantor • pixabay
A A Ukuran Teks16px

Pengumuman hasil peninjauan indeks MSCI untuk Mei 2026 dijadwalkan berlangsung pada Selasa (12/5/2026) waktu Amerika Serikat atau Rabu (13/5/2026) waktu Indonesia.

Menjelang pengumuman tersebut, Stockbit Sekuritas menyoroti masih berlanjutnya pembekuan pasar Indonesia dalam skema review MSCI kali ini.

Dalam ulasan yang diterbitkan Selasa (12/5/2026), Stockbit menyebut kebijakan pembekuan itu mencakup kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF), penyesuaian Number of Shares (NOS), penambahan saham ke MSCI Investable Market Indexes (IMI), hingga perpindahan emiten ke segmen kapitalisasi yang lebih tinggi.

IN2

Meski demikian, MSCI disebut tetap akan mengeluarkan saham dengan tingkat konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC), sebagaimana perlakuan terhadap saham serupa di negara lain.

Barito Renewables Energy (BREN) dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menjadi dua emiten yang dinilai paling berisiko terkena penghapusan dari indeks MSCI.

Menurut Stockbit, kedua saham tersebut hampir pasti terdampak karena masuk kategori HSC. Jika penghapusan dilakukan, potensi tekanan jual dari dana pasif diperkirakan muncul ketika MSCI menjalankan proses deletion.

in2

Selain itu, pasar juga menunggu bagaimana MSCI menghitung kembali free float menggunakan data kepemilikan di atas 1%.

Perhatian investor tertuju pada klasifikasi pemegang saham yang digunakan MSCI, terutama dalam membedakan investor strategis atau korporasi dengan pemegang saham non-strategis.

Perubahan dalam penghitungan free float itu dinilai bisa memicu keluarnya sejumlah saham Indonesia dari indeks utama atau turun ke indeks small cap.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini Editor:: Dwi Andini
📰 Update Terbaru