Spekulasi tentang masa depan perangkat keras Xbox kembali mencuat. Mantan Presiden PlayStation Studios, Shuhei Yoshida, memberikan komentar yang memicu perdebatan di media sosial.
Yoshida memprediksi bahwa Xbox akan melebur ke dalam ekosistem Windows. Hal ini mengisyaratkan pergeseran strategi Microsoft ke arah PC.
>>> Insta360 Luna Ultra vs DJI Osmo Pocket 4: Kamera Saku Terbaik 2026
Pergeseran Strategi Menuju Windows
Microsoft mulai memprioritaskan pengalaman gaming di PC. Langkah ini terlihat dari dukungan terhadap perangkat handheld berbasis Windows.
Selain itu, Microsoft mengembangkan konsol hybrid bernama Project Helix. Perangkat ini dikabarkan mampu menjalankan game Xbox sekaligus game PC.
Project Helix menjadi bukti nyata bahwa Microsoft mencoba menjembatani konsol dan PC. Perangkat ini berjalan di atas sistem operasi Windows.
Tantangan Pengalaman Bermain di Ruang Tamu
Meskipun Windows 11 telah mendapatkan pembaruan signifikan, tantangan tetap ada. Aplikasi Xbox kini mendukung mode layar penuh dan kontroler.
>>> iFi iDSD GR 2: DAC Portabel Premium dengan Dukungan Headphone Impedansi Tinggi
Namun, banyak pengguna merasa pengalaman bermain di PC belum sepenuhnya menggantikan kenyamanan konsol ruang tamu. PlayStation masih memiliki basis pengguna yang sangat masif.
Kesenjangan ini sulit ditutup oleh Microsoft. Kendala rantai pasokan memori juga memengaruhi produksi perangkat keras.
Dengan mengintegrasikan kemampuan menjalankan game PC ke perangkat keras masa depan, Microsoft mencoba menjembatani celah antara kenyamanan konsol dan fleksibilitas PC.
>>> Gwyneth Paltrow Dihujat gegara Bintangi Iklan Properti Mewah Israel
Strategi ini ditujukan bagi konsumen yang menginginkan akses ke pustaka game luas tanpa harus terjebak dalam ekosistem perangkat keras yang tertutup.