Unit layanan cloud Microsoft Corp. , Azure, mencatat pertumbuhan tercepat dalam empat tahun terakhir.
Pendapatan Azure naik 43% pada kuartal keempat tahun fiskal, melampaui perkiraan analis sebesar 40%.
>>> Pelaku Pembunuhan di Indekos Grogol Ditangkap, Polisi Sita Palu hingga Perhiasan Korban
Untuk pertama kalinya, pendapatan Azure menembus US$100 miliar atau setara Rp1.808,2 triliun selama tahun fiskal yang berakhir Juni.
Angka ini menunjukkan bahwa layanan AI dan komputasi perusahaan semakin diminati pelanggan.
Proyeksi Pertumbuhan Makin Tinggi
CFO Microsoft, Amy Hood, memperkirakan pertumbuhan unit cloud akan meningkat menjadi sekitar 45% pada kuartal saat ini. "Permintaan terus melebihi pasokan yang tersedia," ujarnya dalam pertemuan dengan analis.
>>> Power Bank Meledak di Kabin Pesawat, Batik Air Beberkan Kronologinya
Hood mengindikasikan bahwa Microsoft akan mempertahankan belanja modal baru tahun ini. Hal ini mendorong kenaikan harga saham sekitar 8% dalam perdagangan pre-market pada Kamis.
Saham Microsoft sebelumnya turun sekitar 19% sepanjang tahun ini hingga penutupan Rabu, dipicu kekhawatiran pengeluaran besar.
Sejak bermitra dengan OpenAI, Microsoft fokus pada model AI dan software otonom yang membutuhkan daya komputasi besar.
>>> Daftar 10 Hewan Laut Terbesar Sepanjang Sejarah Bumi
Perusahaan ikut serta dalam gelombang belanja investasi industri untuk membangun pusat data baru dan membeli chip yang diperlukan guna menangani layanan AI.
