PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) membukukan pendapatan sebesar Rp7,7 triliun pada semester pertama 2026.
Pendapatan tersebut masih didominasi oleh ekosistem TelkomGroup, sejalan dengan peran InfraNexia dalam mendukung kebutuhan konektivitas grup secara menyeluruh.
>>> Bos Exxon: UU Iklim Eropa Ancam Impor Energi Mulai 2027
Pendapatan dari pelanggan di luar TelkomGroup pada portofolio bisnis yang kini dikelola InfraNexia tumbuh 31 persen secara tahunan menjadi Rp939 miliar.
Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku industri, termasuk operator telekomunikasi, ISP, penyedia layanan digital, dan pelanggan perusahaan.
Hal ini memperkuat posisi InfraNexia sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi yang terbuka untuk mendukung kebutuhan konektivitas industri secara lebih luas.
Dukungan terhadap Ekonomi Digital Nasional
Sebagai bagian dari TelkomGroup, InfraNexia turut mendukung komitmen Danantara Indonesia dalam memperkuat fondasi ekonomi digital nasional.
Transformasi yang dijalankan InfraNexia sejalan dengan upaya mendorong pengelolaan aset negara yang lebih produktif, berdaya saing, serta mampu menciptakan nilai dan dampak ekonomi secara berkelanjutan.
Sejak pengalihan sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) yang efektif pada 1 Januari 2026, InfraNexia memasuki fase baru dengan skala operasi dan kapabilitas infrastruktur yang semakin besar.
>>> Purbaya: Gaji Manajer Kopdes UMP Lebih Sedikit, Bukan Rp16 Juta
Transformasi ini menjadi langkah strategis sebagai mesin pertumbuhan baru dalam mendorong pengelolaan aset jaringan yang lebih fokus dan efisien, sekaligus membuka peluang monetisasi dan kolaborasi yang lebih luas di pasar eksternal.
Kinerja Segmen Bisnis
Segmen Wholesale Network yang mencakup Metronexia, Wavenexia, dan IP Nexia mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 12,7 persen secara tahunan setelah pengelolaan dialihkan ke InfraNexia.
Pertumbuhan tersebut ditopang permintaan yang konsisten terhadap layanan core network serta kebutuhan kapasitas yang terus berkembang di tengah meningkatnya aktivitas digital.
Segmen FTTx & Infrastructure Sharing juga terus memperkuat portofolio bisnis InfraNexia, khususnya dalam mendukung kebutuhan konektivitas dan optimalisasi pemanfaatan infrastructure sharing.
Melalui portofolio ini, InfraNexia mendorong terbentuknya model penyediaan infrastruktur yang lebih efisien sekaligus membuka ruang kolaborasi yang semakin luas bagi seluruh pelaku industri.
Dari sisi profitabilitas, InfraNexia membukukan margin EBITDA sebesar 54,5 persen pada semester I 2026.
>>> Psikolog Forensik: Pengakuan Pelaku Mutilasi Depok Perlu Didalami
Pencapaian tersebut didukung penerapan disiplin operasional, optimalisasi biaya, digitalisasi proses bisnis, serta pengelolaan aset yang semakin terintegrasi.

