Xiaomi resmi meluncurkan seri Redmi Note 17 secara global pada 17 September, termasuk di Eropa dan India.
Ada empat model: Note 17 4G, Note 17 5G, Note 17 Pro, dan Note 17 Pro Max yang menggantikan posisi Pro+.
Dua model teratas menjadi sorotan karena membawa perubahan besar, terutama pada kapasitas baterai dan harga. Namun, ada juga kompromi yang perlu dicermati.
Baterai Jumbo dan Pengisian Cepat
Redmi Note 17 Pro memiliki baterai 8.340mAh di Eropa dan 9.000mAh di India, naik dari 6.580mAh pada Note 15 Pro.
Pengisian dayanya juga meningkat dari 45W menjadi 67W.
Peningkatan ini membuat skor Active Use Score bertambah 2 jam, sementara waktu pengisian relatif sama.
Redmi Note 17 Pro Max melangkah lebih jauh dengan baterai 9.210mAh atau 10.000mAh tergantung wilayah, serta pengisian 100W.
Baterai Pro Max menawarkan daya tahan luar biasa dengan skor 22:31 jam, dibandingkan 17:32 jam pada Pro biasa.
Meski butuh satu jam untuk terisi penuh, kecepatan pengisian terbaliknya cukup mengesankan.
Chipset dan Harga yang Naik
Pro Max menggunakan chipset Snapdragon 6 Gen 5, berbeda dari Snapdragon 6s Gen 4 pada Pro. Hasil benchmark-nya tidak terlalu impresif, bahkan jika dibandingkan dengan Poco X8 Pro.
Xiaomi menyematkan penyimpanan UFS 4.0 pada varian 256GB ke atas, tetapi chipset hanya mendukung kecepatan UFS 3.
x. Hal ini terkonfirmasi dalam pengujian.
Harga Redmi Note 17 Pro global mulai dari $400 untuk 6/128GB, sedangkan Pro Max mulai dari $500 untuk 8/128GB.
Di India, harga awalnya ₹37.000 dan ₹50.000.
Sebagai perbandingan, Redmi Note 15 Pro dan 15 Pro Max dengan konfigurasi memori sama hanya dijual ₹30.000 dan ₹38.000.
Kenaikan harga ini cukup signifikan.
Redmi Note 17 Pro juga kehilangan kamera utama 200MP dari pendahulunya dan tidak mendapatkan lensa telephoto khusus.
Sensor resolusi tinggi itu sebelumnya menjadi andalan Note 15 Pro untuk zoom.
Dengan berbagai perubahan ini, calon pembeli dihadapkan pada pilihan sulit. Apakah baterai jumbo dan pengisian cepat sebanding dengan harga yang lebih tinggi?