CEO Microsoft Satya Nadella mengingatkan perusahaan agar tidak bergantung sepenuhnya pada satu model kecerdasan buatan (AI).
Menurutnya, pendekatan tersebut dapat menjadi risiko bagi keberlangsungan bisnis di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI.
>>> Aplikasi Gojek dan GoPay Error Hari Ini 28 Juli 2026? Simak Cara Mengatasinya
Nadella mengatakan perusahaan perlu membangun sistem yang mampu memanfaatkan berbagai model AI. Hal ini penting agar operasional tidak terkunci pada satu penyedia layanan.
"Perusahaan yang mempercayakan seluruh kebutuhan AI mereka kepada satu laboratorium AI besar kemungkinan tidak akan bertahan," kata Nadella, seperti dikutip TechCrunch, melansir program Fareed Zakaria GPS di CNN, Selasa (29/7/2026).
Menurut Nadella, perusahaan sebaiknya memiliki lapisan sistem atau AI gateway.
>>> Apple Dikabarkan Pangkas 5 Fitur di iPhone Fold, Cek Bocoran Terbarunya
Sistem ini dapat menghubungkan berbagai model AI sekaligus mengelola metadata, aturan bisnis, serta konteks penggunaan AI di dalam organisasi.
Dengan pendekatan tersebut, perusahaan akan lebih mudah beralih ke model AI lain apabila teknologi yang lebih baik muncul di kemudian hari.
Ia menilai perkembangan AI berlangsung sangat cepat sehingga tidak ada jaminan satu model akan selalu menjadi yang terbaik.
>>> AI Bantu Warga Jepang Menikah, Jadi Solusi Atasi Krisis Kelahiran
Kemampuan untuk mengadopsi dan mengintegrasikan berbagai model AI dinilai menjadi strategi yang lebih berkelanjutan. Nadella menekankan pentingnya fleksibilitas dalam menghadapi perubahan teknologi.

