Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta memastikan tidak ada kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tektonik yang berpusat di Kepulauan Seribu.
Gempa terjadi pada Sabtu, 12 September 2026, pukul 04.23 WIB dan sempat dimutakhirkan BMKG menjadi magnitudo M5,9.
Kepala Pelaksana BPBD Jakarta, Marulitua Sijabat, menyatakan kondisi infrastruktur serta fasilitas publik di lima wilayah kota dan satu kabupaten administrasi masih aman.
"Masih aman ya.
Pusat gempa cukup dalam, sehingga tidak menimbulkan kerusakan dan dari data BMKG juga tidak berpotensi tsunami," kata Maruli kepada Poskota, Sabtu, 12 September 2026.
Menurutnya, hiposenter gempa berada sangat dalam di laut sehingga aman bagi wilayah daratan Jakarta.
BPBD Gencarkan Edukasi Mitigasi
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Jakarta terus menggencarkan sosialisasi tata cara evakuasi mandiri guna melatih kesiapsiagaan warga menghadapi potensi gempa susulan.
Warga diimbau tetap tenang saat berada di dalam gedung, segera menjauhi objek tinggi bila berada di luar ruangan, serta menepi ke area aman jika sedang berkendara.
"Jika berada di area pantai segera cari dataran tinggi, sedangkan di daerah pegunungan jauhi titik rawan longsor," ujarnya.
Pemprov Jakarta mengingatkan masyarakat untuk segera menghubungi saluran siaga Call Center Jakarta Siaga 112 jika membutuhkan bantuan darurat penanggulangan bencana.
