unique visitors counter
⌂ Beranda News Transjakarta Laut Siap Beroperasi di Kepulauan Seribu pada 2027
News

Transjakarta Laut Siap Beroperasi di Kepulauan Seribu pada 2027

Transjakarta Laut Siap Beroperasi di Kepulauan Seribu pada 2027
A A Ukuran Teks16px

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) bersama Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta tengah mengkaji pengelolaan angkutan laut di Kepulauan Seribu.

Rencana ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.

Kepala Dinas Perhubungan Jakarta, Budi Awaluddin, menegaskan bahwa langkah ini bertujuan memberikan hak yang setara bagi seluruh warga Jakarta.

Masyarakat Kepulauan Seribu berhak mendapatkan pelayanan transportasi yang aman, nyaman, terjangkau, dan memiliki kepastian jadwal.

Pernyataan tersebut disampaikan Budi dalam rapat evaluasi bersama Komisi B DPRD Jakarta pada Rabu, 2 September 2026.

Selama ini, warga di daratan Jakarta telah menikmati integrasi bus Transjakarta dengan jadwal dan tarif yang terjangkau. Standar pelayanan berkeadilan inilah yang ingin dihadirkan di perairan Kepulauan Seribu.

Pengalaman panjang Transjakarta dalam menata transportasi perkotaan diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi mobilitas antarpulau.

Kehadiran konektivitas laut yang lebih tangguh dan terjadwal diyakini dapat mengatasi berbagai keterbatasan.

Anak-anak pulau bisa lebih tenang mengejar pendidikan, akses layanan kesehatan menjadi lebih cepat, dan ekonomi lokal dapat bergerak lebih dinamis.

Langkah ini juga menjadi pijakan penting untuk mendukung Kepulauan Seribu sebagai destinasi wisata kelas dunia yang tumbuh inklusif bersama warganya.

Budi menambahkan, Pemprov DKI berupaya mengurangi ketimpangan antara Kepulauan Seribu dan wilayah lain di Jakarta. "Jangan sampai ketika Jakarta menjadi kota global, Kepulauan Seribu tertinggal.

Kita ingin Kepulauan Seribu tumbuh bersama Jakarta," ujarnya.

Untuk memastikan rencana ini berjalan lancar, Pemprov DKI tengah mematangkan berbagai aspek pendukung. Mulai dari regulasi, kelembagaan, pengawasan, hingga pembagian kewenangan yang jelas.

"Kita tidak sedang mengejar siapa yang mengelola kapal, tetapi bagaimana masyarakat Kepulauan Seribu mendapatkan pelayanan transportasi yang lebih baik.

Orientasinya satu, yaitu pelayanan yang aman, nyaman, terjangkau, terjadwal, dan terintegrasi," tegas Budi.

📰 Update Terbaru