unique visitors counter
⌂ Beranda News Pemakaman Simbolis Digelar di Nepal untuk Korban Hilang
News

Pemakaman Simbolis Digelar di Nepal untuk Korban Hilang

Pemakaman simbolis korban banjir di Nepal
Pemakaman Simbolis Digelar di Nepal untuk Korban Hilang
A A Ukuran Teks16px

Kathmandu, Nepal – Sejumlah keluarga di Nepal menggelar upacara pemakaman simbolis bagi kerabat mereka yang masih hilang akibat banjir dahsyat pekan lalu.

Mereka berharap ritual ini dapat membebaskan arwah orang-orang yang diperkirakan telah meninggal.

Di Distrik Nuwakot, salah satu wilayah terdampak paling parah, warga melakukan kremasi simbolis dengan membakar patung jerami yang mewakili anggota keluarga yang hilang.

Pendeta memimpin doa dan menaburkan sesajen di sekitar api unggun.

Mukunda Rijal, salah satu warga, mengatakan sepupu dan anak-anak mereka belum ditemukan. Keluarganya pun memutuskan untuk menggelar upacara simbolis sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Kontak dengan Wisatawan Asing

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Nepal melaporkan bahwa 324 warga asing telah diselamatkan. Namun, 590 lainnya dari 39 negara masih dinyatakan hilang setelah banjir 26 Agustus lalu.

Juru Bicara Nepal Tourism Board, Sunil Sharma, mengatakan setidaknya lima turis yang sebelumnya dilaporkan hilang telah menghubungi otoritas melalui email atau telepon dalam beberapa hari terakhir.

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyampaikan kabar baik bahwa jumlah warga Australia yang hilang turun dari 43 menjadi 38 setelah lima orang dipastikan selamat.

Pemerintah Australia juga akan mengirim tim operator drone untuk membantu pencarian.

Penanganan Jenazah dan Dukungan China

Otoritas Nepal menguburkan jenazah yang ditemukan di kuburan sementara sambil menunggu identifikasi.

Mereka mengambil sampel DNA, memotret ciri wajah, dan mencatat detail lain untuk mencocokkan dengan laporan orang hilang.

Di sisi China, tim penyelamat menyelesaikan jalan darurat menuju lokasi bencana di Pelabuhan Gyirong di perbatasan Nepal. Jalan tersebut hancur akibat banjir dan terkubur lumpur serta bebatuan.

Setidaknya 21 orang tewas dan 541 lainnya hilang di China, menurut kantor berita Xinhua.

Sekitar 400 penyintas, kebanyakan dari kota Timure, mengungsi di biara Yellow Gumba di Kathmandu. Mereka mendapat bantuan dari warga lokal dan organisasi amal.

Riya Tamang (21) yang melarikan diri bersama bayinya yang berusia 10 bulan kehilangan kakek dan neneknya.

Suaminya yang bekerja sebagai juru masak di Gyirong selamat dan mereka berkomunikasi melalui panggilan video.

📰 Update Terbaru