Korea Selatan mengirim tim bantuan bencana ke Nepal untuk mendukung upaya pencarian, penyelamatan, dan pemulihan pascabanjir besar yang melanda negara tersebut.
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyatakan bahwa Tim Bantuan Bencana Korea (KDRT) berangkat ke Nepal pada Selasa malam.
>>> Mendag: HET dan Harga Acuan Jadi Instrumen Jaga Keseimbangan Harga Bapok
Tim yang terdiri dari 44 personel dari kementerian, Badan Kerja Sama Internasional Korea (KOICA), otoritas pemadam kebakaran, dan instansi lainnya itu terbang menggunakan pesawat angkut KC-330 Cygnus.
Mereka dijadwalkan tiba di Nepal pada pukul 05.55 waktu setempat, membawa 700 peralatan dan lima anjing pelacak.
Tim akan bertugas di Nepal selama sekitar 10 hari untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan korban, termasuk sembilan warga Korea Selatan yang masih hilang.
Seorang pejabat kementerian mengatakan, operasi penyelamatan akan dilakukan dengan berkonsultasi dengan pemerintah Nepal dan tim respons cepat yang sudah berada di lokasi.
Penugasan ini dapat diperpanjang lebih dari 10 hari jika diperlukan.
KDRT adalah unit respons darurat yang dibentuk berdasarkan undang-undang untuk memberikan bantuan bencana, pencarian dan penyelamatan, bantuan medis, serta dukungan lain di luar negeri.
Ini merupakan penugasan KDRT yang ke-12 ke lokasi bencana.
Banjir besar dan tanah longsor melanda wilayah Himalaya utara-tengah Nepal dekat perbatasan Nepal-Tibet pada Rabu pekan lalu.
Bencana tersebut menewaskan lebih dari 800 orang dan menyebabkan sekitar 3.000 orang hilang, menurut laporan media asing.
Pengiriman ini dilakukan setelah pemerintah Nepal meminta bantuan untuk operasi pencarian dan penyelamatan di daerah yang terkena dampak banjir yang memburuk di Distrik Rasuwa.
>>> El Nino dan Biaya Pakan Ternak Dinilai Jadi Pemicu Kenaikan Harga Bahan Pokok
