Sekitar 3.000 jemaah mengikuti salat Istisqa di Lapangan Hijau Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa, 1 September 2026.
Salat yang dimulai sekitar pukul 07.00 WIB ini digelar sebagai bentuk ikhtiar umat Islam di tengah kondisi kekeringan dan rangkaian bencana yang melanda sejumlah daerah di Indonesia.
>>> Bolton Sebut Trump Mungkin Temui Kim di Pyongyang, Ingatkan Risiko KTT
Kegiatan ini diikuti keluarga besar Al Azhar bersama masyarakat umum, serta bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI).
Kepala Kantor Masjid Agung Al Azhar, Tatang Komara, mengatakan bahwa pelaksanaan salat Istisqa merupakan respons pengurus masjid terhadap kondisi yang tengah dihadapi masyarakat.
Menurutnya, selain melakukan upaya nyata, umat Islam dapat menghadapi situasi tersebut dengan memperbanyak doa, istigfar, dan introspeksi diri.
“Sebagai seorang muslim, kita merespons itu dengan berdoa dan beristigfar. Kita muhasabah.
Salah satu upaya kita bagaimana supaya Allah secepatnya menurunkan hujan, maka dalam syariat agama Islam ada yang namanya salat Istisqa,” ujarnya.
Pelaksanaan salat ini merupakan tindak lanjut dari surat DMI yang mendorong Masjid Agung Al Azhar menjadi salah satu pelopor pelaksanaan salat Istisqa di Jakarta.
Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Ketua Umum DMI Pusat sekaligus mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta jajaran.
>>> Siswi SMA di Matraman Hilang Usai Pamit Nonton Konser dengan Kenalan dari Aplikasi Kencan
Tatang menyebutkan, Jusuf Kalla mengapresiasi pelaksanaan salat Istisqa tersebut dan mengingatkan masyarakat agar tidak hanya berdiam diri menghadapi berbagai musibah.
Masyarakat didorong untuk tetap melakukan ikhtiar sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Dengan musibah yang bertubi-tubi itu kita tidak boleh berdiam diri. Perlu ikhtiar dan berdoa,” ucapnya mengutip pesan Wakil Presiden ke-10 dan 12 itu.
Selain doa dan ikhtiar, jemaah juga diajak menjadikan kondisi kekeringan serta berbagai musibah sebagai momentum untuk melakukan muhasabah.
Introspeksi diperlukan untuk mengevaluasi kemungkinan adanya kekhilafan, dosa, maupun kelalaian yang dilakukan manusia.
Dalam kesempatan tersebut, Khatib Dr. KH. Zahrudin Sulthani, M. A menyampaikan khutbah bertema “Hemat Energi”.
Ia mengingatkan jemaah agar tidak menganggap air serta sumber daya alam sebagai sesuatu yang tersedia tanpa batas.
>>> Pohon Tumbang di Serang Tewaskan Pemotor, Satu Luka Berat
Pesan dalam khutbah tersebut juga menekankan pentingnya memperkuat kesadaran tauhid dengan mengingat bahwa Allah SWT merupakan pihak yang mendatangkan hujan sekaligus menumbuhkan berbagai tanaman sebagai sumber kehidupan.