unique visitors counter
⌂ Beranda News Bolton Sebut Trump Mungkin Temui Kim di Pyongyang, Ingatkan Risiko KTT
News

Bolton Sebut Trump Mungkin Temui Kim di Pyongyang, Ingatkan Risiko KTT

John Bolton berbicara tentang kemungkinan pertemuan Trump dan Kim
Bolton Sebut Trump Mungkin Temui Kim di Pyongyang, Ingatkan Risiko KTT
A A Ukuran Teks16px

Mantan Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat, John Bolton, menyatakan kemungkinan Presiden Donald Trump bertemu dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, di Pyongyang untuk KTT baru.

Pernyataan itu disampaikan Bolton dalam forum daring yang digelar Institute for Corean-American Studies (ICAS), Selasa (2/9/2026).

>>> Siswi SMA di Matraman Hilang Usai Pamit Nonton Konser dengan Kenalan dari Aplikasi Kencan

Bolton menilai Trump ingin bertemu Kim untuk mendapatkan 'gambar' dan 'distraksi' dari masalah dalam dan luar negeri yang menantang.

Menurut Bolton, Trump ingin menghindari kekhawatiran tentang perang di Timur Tengah, harga di AS, atau pemilihan umum November.

Alasan Trump Pilih Pyongyang

Bolton menjelaskan bahwa Trump sudah pernah bertemu Kim di Singapura, Hanoi, dan Panmunjom.

Karena itu, mengulang pertemuan di tempat yang sama tidak akan memberikan kejutan baru.

"Dia sudah ke DMZ dan berjalan di Korea Utara, jadi dia tidak bisa melakukannya lagi. Jadi apa lagi yang bisa dilakukan selain pergi ke Pyongyang?"

ujar Bolton.

Bolton juga mengingatkan risiko 'sangat tinggi' dari pertemuan Trump-Kim, mengingat 'tidak ada perencanaan' saat Trump tiba-tiba mengumumkan penghentian latihan militer bersama dengan Korea Selatan setelah KTT Singapura 2018.

>>> Pohon Tumbang di Serang Tewaskan Pemotor, Satu Luka Berat

Kekhawatiran tentang Diplomasi Personal

Bolton menyoroti bahaya Trump memandang hubungan internasional 'melalui prisma hubungan kepala negara'.

Ia meragukan ada yang memberi nasihat kepada Trump tentang Korea Utara.

"Jika dia memiliki hubungan baik dengan Kim Jong-un, maka hubungan AS-Korea Utara dianggap baik. Dia tidak butuh Departemen Luar Negeri, Pertahanan, Keuangan, atau siapa pun.

Hanya dua sahabat yang berbicara satu sama lain," kata Bolton.

Menanggapi pertanyaan tentang bagaimana Korea Selatan bisa memastikan tidak tersisih dalam diplomasi Trump, Bolton menyarankan agar tidak memaksakan pertemuan dengan Trump.

"Berhati-hatilah dengan apa yang Anda inginkan dan apa yang mungkin dia katakan dan lakukan," ujarnya.

>>> Harga Minyak Terbang 4% Setelah AS-Iran Kembali Baku Tembak

Bolton menekankan urgensi masalah di Semenanjung Korea dan Asia Timur, tetapi tidak berarti jawabannya adalah memprovokasi presiden AS untuk berpikir tentang apa yang akan dia lakukan.

📰 Update Terbaru