Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan menghantam Iran dengan keras setelah kedua negara saling tembak untuk pertama kalinya dalam berminggu-minggu.
Ancaman itu disampaikan Trump pada Senin, 1 September 2025, di sela-sela acara tentang harga obat di Gedung Putih.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, juga berjanji untuk terus menekan ekonomi Iran.
Baku Tembak Pertama dalam Berminggu-minggu
Pada Minggu, AS melancarkan serangan ke sebuah pulau Iran di Selat Hormuz.
Teheran dengan cepat membalas dengan menyerang target militer AS di Timur Tengah.
Serangan balasan Iran berupa rudal dan drone yang diarahkan ke Yordania dan Uni Emirat Arab.
Namun, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, pada Senin menyerukan dialog.
Ia mengatakan bahwa melanjutkan perang tidak sesuai dengan kepentingan Iran maupun kawasan.
Korban dan Klaim Serangan
Media pemerintah Iran melaporkan tiga orang tewas dalam serangan AS di Pulau Larak pada Minggu.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim serangan rudal balistik ke dua pangkalan udara AS di Yordania menyebabkan kerusakan parah.
Namun, Trump mengatakan kepada Fox bahwa semua rudal yang ditembakkan ke pasukan AS berhasil ditembak jatuh, kecuali satu yang dinilai tidak mengancam.
Tentara Yordania mengaku mencegat delapan rudal tanpa menyebut asal-usulnya.
Iran juga mengklaim menembak jatuh drone AS di atas Hormuz, sementara Abu Dhabi membantah klaim serangan ke Pangkalan Udara Al Minhad.
Sebuah kapal tanker yang meninggalkan selat dilaporkan terkena tiga proyektil tak dikenal di lepas pantai timur laut Oman.
Badan UK Maritime Trade Operations menyebut tidak ada dampak lingkungan atau korban jiwa.
