>>> Kendall Jenner Pertimbangkan Pernikahan Pertama Kali dengan Jacob Elordi, Hubungan Semakin Serius!
Baku tembak ini terjadi setelah beberapa minggu relatif tenang, dengan pemerintahan Trump beralih ke 'perang ekonomi'.
Sebelumnya pada Senin, Trump menyebut Iran sebagai 'negara gagal' di media sosial.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menegaskan akan terus menekan ekonomi Iran.
Ia mengatakan titik balik dalam kampanye tekanan bisa terjadi 'dalam beberapa minggu atau bulan'.
Iran juga menekan ekonomi melalui blokade Selat Hormuz, yang telah mengganggu pasar global dan menaikkan harga minyak.
Sebelum perang, seperlima minyak dunia melewati selat tersebut.
Meskipun lalu lintas tetap tersendat, Trump mengklaim Angkatan Laut AS memiliki 'kendali penuh' atas selat itu.
Iran bersikeras bahwa mereka yang menguasai jalur laut tersebut.
IRGC mengatakan sebuah kapal tanker 'nakal' terbakar di dekat selat setelah menabrak dua ranjau.
Militer AS menyebut klaim itu 'disinformasi' dan menegaskan tidak ada kapal yang menabrak ranjau di Selat Hormuz.
Mediator telah berusaha selama berbulan-bulan untuk mengakhiri perang, tetapi gencatan senjata sebelumnya gagal.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan solusinya jelas: AS harus kembali pada komitmennya.
Jika itu terjadi, segala sesuatunya bisa kembali ke jalur yang benar.